Pemkot Cimahi kini dihadapkan pada ujian realitas yang mahaberat dalam beberapa tahun ke depan. Mereka dituntut mewujudkan janji politik kepala daerah di tengah ruang fiskal yang kian “sesak” akibat gemuknya beban belanja pegawai.
Urusan isi dompet daerah ini bukan perkara sederhana. Meski terjadi pengurangan Dana Transfer Daerah dari pusat, rakyat akan tetap menagih janji pembangunan yang telanjur diobral saat kampanye lalu.
Kondisi fiskal Cimahi saat ini menuntut Pemkot untuk tidak sekadar “duduk manis” mengandalkan dana transfer pusat atau pendapatan yang itu-itu saja.
Baca Juga:Gandeng Komunitas MC.BDG, BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci Amankan Pekerja Informal dari Risiko KerjaMenuju Panggung Dunia: 12 Tim Terbaik Siap Unjuk Gigi di MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026
Jika tidak ada inovasi jangka pendek untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), lanjut Andi Halim, beban belanja pegawai dipastikan akan terus menyandera ruang gerak pembangunan Cimahi di masa depan. (*)
