Arief menilai salah satu alasan utama olahraga ini cepat berkembang adalah karena relatif mudah dipelajari. Tidak dibutuhkan kemampuan teknik yang terlalu rumit untuk mulai bermain, sehingga berbagai kelompok usia dapat ikut menikmati permainan tersebut.
Bahkan dalam berbagai kejuaraan resmi, kategori pertandingan biasanya mencakup kelompok usia junior hingga veteran. Hal itu menjadikan pickleball sebagai olahraga yang inklusif dan mampu menjembatani interaksi antargenerasi.
Pegiat pickleball Kota Bandung sekaligus atlit senior dan ketua klub Wiradhika 1452, Ani Susana, juga melihat perkembangan olahraga ini semakin pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga:Gelar RUPST Tahun Buku 2025, Telkom Bagikan Dividen Rp21,9 TriliunDihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang mulai tertarik mencoba pickleball setelah melihat permainan tersebut di lingkungan komunitas maupun media sosial.
Selain menyenangkan, olahraga ini juga dinilai lebih ramah dari sisi biaya dibanding beberapa cabang olahraga raket lainnya.
“Ini olahraga yang bisa dimainkan hampir semua usia. Anak-anak bisa, orang dewasa bisa, bahkan usia 60 tahun ke atas juga masih bisa berprestasi,” ujarnya.
Meski demikian, Ani menilai masih ada sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian, terutama terkait ketersediaan fasilitas bermain dan frekuensi penyelenggaraan turnamen.
Ia berharap semakin banyak kompetisi digelar secara rutin sehingga para pemain memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemampuan sekaligus memperluas jaringan komunitas.
Dengan pertumbuhan jumlah pemain yang terus meningkat, para pegiat optimistis pickleball akan semakin dikenal masyarakat Bandung. Dukungan fasilitas dan kompetisi yang berkelanjutan diyakini dapat melahirkan lebih banyak atlet dan talenta baru di masa mendatang.
Sementara itu, penyelenggara turnamen, Bugie, mengungkapkan tingginya animo masyarakat terlihat sejak masa pendaftaran dibuka. Kuota peserta yang tersedia langsung habis dalam waktu singkat dan masih banyak peminat yang belum mendapatkan kesempatan bertanding.
Baca Juga:Pertumbuhan Ekonomi Tembus 6,34 Persen, Bupati KDS Ajak HIPMI Ambil Peran Lebih BesarTelkom Akses Raih Penghargaan IRCA 2026 atas Komitmen Tata Kelola dan Kepatuhan Regulasi
“Masyarakat Bandung sebenarnya sudah banyak yang bermain pickleball. Mereka hanya butuh wadah turnamen. Pesertanya langsung penuh dan masih banyak yang ingin ikut,” katanya.
Fenomena tersebut menjadi sinyal bahwa pickleball bukan lagi sekadar olahraga baru, melainkan telah berkembang menjadi aktivitas olahraga favorit yang memiliki komunitas semakin besar di Kota Bandung.
