“Alhamdulillah kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh kebersamaan. Kami ingin Paku Sunda tidak hanya menjadi organisasi pelestari budaya, tetapi juga hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan,” ungkap Alit.
Ia berharap nilai kebersamaan yang tercipta melalui kegiatan tersebut dapat terus berkembang dan menjadi energi positif dalam mendukung kemajuan Kota Cimahi.
Bagi Paku Sunda, keberadaan organisasi budaya tidak hanya sebatas menjaga warisan leluhur, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut mengambil peran dalam membantu masyarakat.
Baca Juga:DPRD Apresiasi Antensi Publik terhadap MBG di Kabupaten Tasikmalaya, Minta Tata Kelola DievaluasiPertamax Naik Bantu Jaga Kurs Rupiah, Benarkah?
Hal senada disampaikan Kepala Warung Gratis Alam Sunda Cabang Cimahi, Iwan Priatna. Ia mengatakan keterlibatan Alam Sunda Peduli dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
“Kami bersyukur dapat terlibat dalam kegiatan yang sangat positif ini. Sejak awal, Alam Sunda hadir dengan semangat berbagi dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, ketika ada kegiatan sosial seperti ini, kami siap berkolaborasi,” katanya.
Iwan menilai sinergi antara komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi modal penting dalam menciptakan gerakan sosial yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Harapan kami, kolaborasi seperti ini dapat terus berkembang sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya. Tidak hanya bantuan secara materi, tetapi juga tumbuhnya semangat gotong royong dan kepedulian antar sesama,” tuturnya.
Melalui kegiatan Tasyakur Bini’mah tersebut, Paguyuban Paku Sunda Kota Cimahi bersama Alam Sunda Peduli menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan aksi sosial.
Kolaborasi tersebut menjadi bentuk nyata keterlibatan komunitas dalam membangun karakter masyarakat yang peduli, harmonis, serta tetap menjunjung nilai budaya lokal di tengah perkembangan zaman. (Mong)
