Menanggapi aspirasi tersebut, Kasi Intelijen Kejari Kabupaten Tasikmalaya, Nikodemus Damanik, menyatakan pihaknya menyambut baik partisipasi masyarakat dalam mengawal program pemerintah.
Menurutnya, informasi dan data yang disampaikan akan menjadi bahan untuk melengkapi proses pengumpulan data yang sedang dilakukan.
“Kami mengapresiasi masukan dari masyarakat. Data yang disampaikan akan kami pelajari dan laporkan secara berjenjang sebagai bagian dari pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG,” ujar Nikodemus.
Baca Juga:Bakar Sampah Berujung Petaka, Rumah di Gunung Putri Bogor Ludes TerbakarWTP Tujuh Kali Beruntun, Bupati Cecep : Harus Berdampak pada Kesejahteraan Rakyat!
Audiensi tersebut menjadi sinyal bahwa pengawasan publik terhadap program MBG di Kabupaten Tasikmalaya semakin kuat.
Masyarakat berharap pemerintah dan aparat penegak hukum segera memberikan kepastian agar program yang bertujuan meningkatkan gizi anak-anak itu berjalan sesuai aturan.
Seperti diberitakan sebelumnya, sengkarut program MBG di Tasikmalaya juga menyeruak seiring dengan banyaknya SPPG yang berhenti operasionalnl secara berjamaah.
Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Tasikmalaya, Abdul Karim, mengatakan terdapat 85 SPPG menghentikan operasional sementara akibat dana bantuan pemerintah belum masuk ke rekening virtual account (VA) masing-masing satuan pelayanan. Namun setelah pencairan dana mulai dilakukan pada Senin (8/6/2026), sebagian besar dapur MBG kembali beroperasi.
“Dari 85 SPPG yang sempat berhenti beroperasi, sebanyak 64 SPPG sudah kembali melayani pada Selasa karena dana VA sudah ditransfer pada hari Senin,” kata Abdul Karim, Rabu (10/6/2026).
Meski demikian, proses pemulihan layanan belum sepenuhnya selesai. Hingga Selasa, masih ada 21 SPPG yang belum kembali beroperasi sehingga ribuan penerima manfaat di wilayah layanan masing-masing belum mendapatkan jatah makanan bergizi gratis.
Menurut Abdul Karim, keterlambatan operasional sejumlah SPPG tersebut masih berkaitan dengan kebutuhan biaya operasional yang belum sepenuhnya terpenuhi. (Hendi)
Reporter: Hendi
