Namun, hingga kini STS tidak pernah menyerahkan dokumen identitas untuk pendataan warga pendatang sebagaimana yang diminta pihak lingkungan.
“Saya sudah meminta fotokopi KTP untuk pendataan, tapi tidak pernah diberikan,” ujarnya.
Selama tinggal di lingkungan tersebut, STS juga dikenal tertutup dan jarang berinteraksi dengan warga.
Baca Juga:Kecelakaan Maut Sepeda Motor di Cibinong Bogor, Pengendara dan Penumpang TewasDiduga Salah Injak Pedal Gas, Mobil Box BGN Tabrak Gapura hingga Roboh di Tamansari Bogor
“Bahkan saya yang rumahnya bersebelahan juga jarang berkomunikasi dengannya. Dia datang, menerima tamu, lalu pergi lagi,” kata Deden.
Sejak kasus dugaan penipuan mencuat, rumah yang dijadikan kantor WO Darmawangsa Wedding itu sudah tidak lagi beraktivitas.
“Sejak Sabtu sudah tidak ada karyawan yang datang. Korban sempat datang lagi keesokan harinya, tetapi setelah itu rumah ini benar-benar sepi,” ungkapnya.
Sebelumnya, WO Darmawangsa Wedding dilaporkan oleh para korban atas dugaan penipuan yang diduga merugikan sekitar 140 calon pengantin dengan total kerugian mencapai Rp2,4 miliar. Para korban kini tengah mempersiapkan laporan resmi kepada pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.
