Ratusan Calon Pengantin Jadi Korban Dugaan Penipuan WO di Majalaya, Kerugian Tembus Rp2,4 Miliar

Ratusan Calon Pengantin Jadi Korban Dugaan Penipuan WO di Majalaya, Kerugian Tembus Rp2,4 Miliar
Ilustrasi dekorasi pernikahan. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

“Yang bisa kita komunikasiin sekarang kru-nya. Mereka juga tidak tahu menahu terkait pembayaran ke vendor karena hanya freelance,” kata Sunsun.

Ia menjelaskan seluruh pembayaran yang dilakukan klien selama ini langsung ditransfer ke rekening pribadi pemilik WO. Selain itu, usaha tersebut disebut belum memiliki badan hukum resmi seperti CV maupun PT.

“Betul, pembayaran langsung ke rekening pribadi karena wedding organizer ini belum memiliki legalitas hukum, baik CV ataupun PT,” ujarnya.

Baca Juga:Taruna Akpol Angkatan 59 Asah Kemampuan Lapangan di Polres TasikmalayaKenaikan Harga Kedelai Masih Menekan Pengusaha Tahu-Tempe di Cianjur

Para korban kini tengah mempersiapkan kelengkapan dokumen untuk melaporkan kasus tersebut ke Polda Jawa Barat. Sebelumnya, laporan yang diajukan masih dinilai belum lengkap sehingga perlu dilakukan perbaikan.

“Rencananya hari ini kita akan buat laporan lagi ke Polda Jabar untuk melengkapi data yang kurang,” katanya.

Untuk kerugian pribadi, Sunsun mengaku telah menyetorkan dana sekitar Rp70 juta. Sementara berdasarkan pendataan dalam forum korban, total kerugian seluruh korban diperkirakan mencapai Rp2,4 miliar.

“Kalau untuk saya pribadi dana yang sudah masuk kurang lebih Rp70 juta. Kalau total keseluruhan dari forum korban mencapai Rp2,4 miliar,” ungkapnya.

Meski demikian, Sunsun berupaya agar acara pernikahannya tetap terlaksana. Sebab, undangan telah terlanjur disebarkan kepada para tamu.

“Kita upayakan tetap berjalan karena undangan sudah tersebar. Konsekuensinya, kita harus keluar uang lagi,” katanya.

Ia menegaskan seluruh korban pernah bertemu langsung dengan pemilik WO saat proses kerja sama berlangsung.

Baca Juga:UMKM Jadi Motor Penggerak Ekonomi Rakyat, Peluang Pasar Kian TerbukaBocah 9 Tahun Tewas Diserang Kawanan Anjing Pemburu di Jasinga Bogor 

Bahkan, para korban mengantongi dokumen pendukung seperti perjanjian kerja sama, invoice, hingga dokumentasi pertemuan.

“Semuanya sudah ketemu langsung. Ada MOU, ada perjanjian kerja sama, ada invoice, dan dokumentasi ketika ketemu juga ada,” pungkasnya.

0 Komentar