Gelar RUPST Tahun Buku 2025, Telkom Bagikan Dividen Rp21,9 Triliun

Gelar RUPST Tahun Buku 2025, Telkom Bagikan Dividen Rp21,9 Triliun
Gelar RUPST Tahun Buku 2025, Telkom Bagikan Dividen Rp21,9 Triliun
0 Komentar

Adapun susunan Dewan Komisaris dan Jajaran Direksi hasil RUPST Tahun Buku 2025 adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama : Angga Raka Prabowo

Komisaris Independen : Deswandhy Agusman

Komisaris Independen : Anthony Leong

Komisaris Independen : Ira Noviarti

Komisaris Independen : Rofikoh Rokhim

Komisaris : Rizal Mallarangeng

Komisaris : Edwin Hidayat Abdullah

Komisaris : Ossy Dermawan

Jajaran Direksi

Direktur Utama : Dian Siswarini

Direktur Enterprise & Business Service : Veranita Yosephine

Direktur Human Capital Management : Willy Saelan

Direktur Keuangan & Manajemen Risiko : Arthur Angelo Syailendra

Direktur Network : Nanang Hendarno

Direktur Strategic Business Development & Portfolio : Seno Soemadji

Direktur Wholesale & International Service : Budi Satria Dharma PurbaDirektur IT Digital : Faizal R. Djoemadi

Direktur Legal & Compliance : Andy Kelana

Pertegas Komitmen Akselerasi Transformasi

Sepanjang tahun 2025 hingga periode kuartal pertama 2026, Telkom menunjukkan progres eksekusi strategi transformasi TLKM 30 secara signifikan dengan fokus pada empat pilar utama. Dari sisi Operational & Service Excellence, perusahaan berhasil meningkatkan efisiensi melalui program TOTEX, perbaikan arus kas operasional, serta implementasi program Pensiun Dini dan Governance Reset.

Baca Juga:Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni CipasungPertumbuhan Ekonomi Tembus 6,34 Persen, Bupati KDS Ajak HIPMI Ambil Peran Lebih Besar

Upaya Perseroan dalam rangka merealisasikan transformasi menghasilkan pencapaian kinerja sepanjang tahun 2025 yang antara lain ditunjukkan dengan pencapaian pendapatan sebesar Rp146,74 triliun, pencapaian EBITDA sebesar Rp72,24 triliun dan pencapaian net income sebesar Rp17,81 triliun. Sebagai tindak lanjut agenda total governance reset, Perseroan melakukan percepatan depresiasi yang berdampak pada kontraksi net income. Namun demikian, dampak tersebut bersifat non-cash sehingga secara operasional fundamental bisnis tetap terjaga dan arus kas tetap kuat.

Pada aspek Streamlining, Telkom melakukan penyederhanaan portofolio bisnis, termasuk divestasi non-core dan fokus kembali ke bisnis inti telekomunikasi dan digital. Sebanyak enam entitas telah dirampingkan, dengan transaksi divestasi AdMedika Group berhasil diselesaikan pada (2/6). Di sisi Unlocking Value, Telkom telah memulai monetisasi aset infrastruktur melalui spin-off aset dan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia dengan target penyelesaian pada kuartal ketiga serta membuka kembali inisiatif kemitraan strategis bisnis data center.

Sementara itu, dalam Modus-operandi shift, Telkom mulai bertransisi ke model HoldCo–OpCo dengan pelaporan berbasis segmen untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kinerja. Secara keseluruhan, 2025 menjadi tahun fondasi untuk memperkuat struktur bisnis dan menyiapkan pertumbuhan yang lebih berkualitas ke depan, sejalan dengan upaya Perseroan dalam menciptakan nilai dan pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

0 Komentar