“Ini menjadi kebanggaan bagi pemerintah karena PKBM tetap diminati. Banyak peserta didik yang mampu menyeimbangkan antara pendidikan dan aktivitas mencari nafkah tanpa kehilangan semangat untuk belajar,” katanya.
Lebih lanjut, Hendra menyoroti beragam potensi yang ditunjukkan peserta didik selama Gebyar Pesdiktara 2026 berlangsung. Berbagai karya kreatif dan pertunjukan ditampilkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari film pendek, seni tari, pertunjukan musik, vokal, hingga cabang olahraga seperti futsal.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa peserta didik pendidikan kesetaraan memiliki kompetensi, kreativitas, dan daya saing yang tidak kalah dengan siswa yang menempuh pendidikan formal.
Baca Juga:Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Bali, Dewan Komisaris Tinjau IT ManggisBupati Cecep Ajak Warga Viralkan Truk ODOL, Pemkab Tasikmalaya Perketat Pengawasan Demi Jalan Tahan Lama
“Ajang ini menjadi ruang bagi mereka untuk menunjukkan kemampuan terbaik yang selama ini mungkin belum banyak diketahui masyarakat. Potensi yang dimiliki sangat besar dan perlu terus mendapatkan wadah pengembangan,” ungkapnya.
Pemkot Cimahi, lanjut dia, berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai program kreatif dan inovatif guna mendukung pengembangan minat, bakat, serta kemampuan peserta didik pendidikan kesetaraan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), sekaligus membangun kepercayaan diri peserta didik agar mampu bersaing dan berkontribusi di tengah masyarakat.
“Jangan sampai mereka merasa tertinggal hanya karena menempuh jalur pendidikan yang berbeda. Justru melalui kegiatan seperti ini, mereka bisa menunjukkan bahwa kemampuan dan prestasi mereka layak diapresiasi,” ucapnya.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang tengah dijalankan pemerintah, Hendra memastikan pengembangan pendidikan kesetaraan tetap menjadi perhatian.
Ia menegaskan, keberhasilan program tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya anggaran, melainkan juga oleh kekuatan sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan.
Selain dukungan pemerintah daerah, keterlibatan dunia usaha melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) dinilai dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperkuat berbagai program pendidikan yang tengah berjalan.
Baca Juga:Diduga Korsleting Listrik, Satu Rumah di Pamijahan Bogor Ludes TerbakarLibur Iduladha, Jalur Puncak Bogor Mulai Dipenuhi Kendaraan Wisatawan
“Selama ada komitmen dan kerja sama yang baik, berbagai keterbatasan dapat diatasi. Yang terpenting adalah semangat dan kesempatan bagi anak-anak untuk berkembang tidak boleh terhenti,” tegasnya.
Karena itu, Pemkot Cimahi berharap transformasi PKBM dan SKB dapat terus berlanjut sehingga akses pendidikan yang merata, inklusif, dan berkualitas semakin dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
