Pasien BPJS PBI di Sumedang Diduga Ditolak RS Pakuwon, Bayi Meninggal Dunia dalam Kandungan 

Kisruh Penonaktifan BPJS PBI, Anggaran Dipangkas untuk MBG?
Ilustrasi kartu BPJS Kesehatan. Dok. Disway
0 Komentar

Sangat disayangkan, saat situasi kritis dengan kondisi kandungan sungsang, RS Pakuwon justru diduga menolak melayani pasien untuk melakukan caesar, padahal rujukannya jelas.

“Berangkat ke (RS) Pakuwon tanggal 13 (Mei 2026), tapi diminta tanggal 29 karena dokternya sedang menunaikan ibadah haji, dan kondisi bayinya, bobotnya masih kurang,” bebernya.

Menurut Ujang, ketika itu, dokter yang menangani sedang ibadah haji ke Tanah Suci Makkah, dan dokter pengganti tidak kompeten untuk mengambil keputusan persalinan caesar.

Baca Juga:PHE, ExxonMobil, SK Innovation dan SK Earthon Tandatangani Proyek CCS Lintas Batas Indonesia-KorselKebijakan Ekspor Satu Pintu Dinilai Bisa Perbaiki Transparansi dan Dongkrak Penerimaan Negara

Penjelasan tersebut disampaikan pihak RS Pakuwon Sumedang, sehingga Rosita diminta pulang dulu dan kembali untuk melakukan persalinan pada Jumat (29/5/2026) mendatang.

“Itu keterangan dari petugas pengganti dokter, lalu istri saya berangkat duluan, sudah persiapan, saya bawa perlengkapan pakai motor,” jelasnya.

Ujang mengungkapkan, setelah diberikan penjelasan oleh RS Pakuwon Sumedang, dia bersama istrinya yang masih lemas pun kembali ke Darmaraja dengan perasaan kecewa.

Adapun maksud dari dipulangkannya Rosita, yakni bertujuan untuk menunggu bobot bayi meningkat. Akan tetapi, bukannya bertambah berat, kondisi sang buah hati justru sebaliknya.

Dari sebelumnya bobot bayi 1,8 kilogram saat terakhir dilakukan pemeriksaan. Usai pengalaman pahit yang dialami Rosita, sang buah hati justru mengalami penurunan berat badan, jenazah pun diketahui berbobot 1,4 kilogram.

“Namun, yang bikin menyesal, di Puskesmas di sini, malamnya terasa, baru ada mules, di Puskesmas sudah persiapan ambulans, cuman di USG jantung (detak jantung janin) sudah tidak ada denyutnya,” ujar Ujang.

“Mau dibawa ke Sumedang (ke pusat kota), sudah pembukaan lima, khawatir lahiran di Jalan,” lanjutnya.

Baca Juga:OJK Warning Modus Baru, Jasa Pelunasan Pinjol Minta Biaya di AwalPGN Garap Studi Ekosistem CCS dan Transportasi CO₂, Dukung Pengembangan Amonia Rendah Karbon

Ujang membeberkan, jika istrinya pun melahirkan sang buah hati dengan keadaan normal. Tapi perasaan sedih tak bisa terbendung, sebab bayinya ternyata sudah meninggal saat masih dalam kandungan sekira pukul 10.00 WIB pada Jumat (22/5/2026) lalu.

Sang buah hati tersebut merupakan bayi pertama bagi Ujang Mulyana, namun anak kelima bagi Rosita.

Di akhir cerita pengalamannya, Ujang dengan suara terisak menyampaikan, seandainya dua pekan lalu caesar dilakukan sesuai dengan rujukan, maka menurutnya cerita akan lain ujungnya. (Bas)

0 Komentar