“Ke depan kami ingin kualitas acara semakin baik. Harapannya penggemar lari, baik atlet maupun masyarakat umum, semakin antusias dan menjadikan Bandung sebagai destinasi sport tourism,” tandasnya.
Di sisi lain, Wakil Pemimpin Redaksi Kompas, Adi Prinantyo, menilai pelaksanaan Bandoeng 10K tahun ini berjalan profesional dan semakin matang dibanding tahun sebelumnya.
Ia menyoroti ketepatan waktu start lomba, kondisi cuaca yang mendukung, hingga jalur steril yang membuat peserta dapat menikmati perlombaan dengan nyaman.
Baca Juga:Pemkab Tasikmalaya Jajaki Kerjasama Pembangunan Dua Rumah SakitCegah Penyimpangan, Kades dan BPD Se-Tasikmalaya Dibekali Ilmu Tata Kelola Desa
“Start tepat waktu pukul 05.00 WIB dan suhu udara sekitar 21 derajat Celsius sangat kondusif bagi pelari. Rutenya juga steril sehingga peserta bisa menikmati lomba dengan nyaman,” paparnya.
Adi menjelaskan, meskipun lintasan memiliki sejumlah elevasi, kondisi dua kilometer terakhir yang menurun justru membuat peserta semakin termotivasi menuju garis akhir. Selain itu, dukungan masyarakat di sepanjang rute juga menjadi energi tambahan bagi para pelari.
“Dibanding pelaksanaan tahun lalu, dari jumlah peserta ada peningkatan. Jika pada tahun lalu peserta mencapai sekitar 3.000 orang, tahun ini meningkat menjadi sekitar 4.000 peserta,” bebernya.
Peningkatan jumlah peserta tersebut, kata Adi, turut berdampak terhadap sektor ekonomi Kota Bandung. Banyak peserta datang bersama keluarga, menginap di hotel, berbelanja, hingga menikmati kuliner lokal selama berada di Kota Kembang.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bukti nyata bahwa event olahraga mampu menciptakan efek berganda bagi sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
“Dengan peningkatan jumlah peserta, otomatis wisatawan yang datang bersama keluarga juga bertambah. Mereka menginap, berbelanja, dan menggerakkan ekonomi Kota Bandung. Karena itu event ini benar-benar menjadi ajang sport tourism,” ujarnya.
Adi juga menyebut tingkat partisipasi peserta dalam ajang tahun ini sangat baik. Sebanyak 97 persen peserta berhasil menyelesaikan lomba dan hanya sekitar dua persen yang tidak mengambil medali finisher.
Baca Juga:NGERI! Guru di Cariu Bogor Dibegal, Korban Ditodong Sajam hingga Didorong ke Jurang319 Ribu Kendaraan Padati Jalur Puncak Bogor Selama Libur Panjang Isa Almasih
Sementara itu, Ketua Komisi Road Event/Komisi Pemasalan PASI, Satyo Haryo Wibisono mengapresiasi antusiasme masyarakat Kota Bandung dalam mendukung para pelari selama perlombaan berlangsung.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Bank BJB dan Kompas atas penyelenggaraan Ultimate 10K Series yang dinilai memiliki konsep unik dan belum banyak diterapkan di Indonesia.
