Buruh-Pengusaha di Bandung Didorong Perkuat Kolaborasi, KDS Kaitkan May Day dengan Solusi Sampah

Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tingkat Kabupaten Bandung di Gedung Moh. Toha, Soreang, Rabu (13
Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tingkat Kabupaten Bandung di Gedung Moh. Toha, Soreang, Rabu (13/5/2026), berlangsung kondusif dengan menonjolkan kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja. Foto Diskominfo
0 Komentar

Menurut KDS, strategi penanganan sampah di Kabupaten Bandung kini difokuskan pada empat langkah utama, mulai dari dukungan kepada pelaku usaha pengolahan sampah, memperkuat kerja sama dengan off-taker RDF, pengajuan bantuan mesin pengolahan ke Kementerian Lingkungan Hidup, hingga peningkatan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dari rumah.

“Jika semua komponen bisa bergerak, saya optimistis masalah sampah ini akan selesai,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia May Day 2026 Kabupaten Bandung, Dede Agus dari Serikat TSK SPSI, menegaskan peringatan Hari Buruh di Kabupaten Bandung sengaja dikemas damai dan produktif tanpa mengganggu ketertiban umum.

Baca Juga:Prodi KPI UNIK Cipasung Bekali Mahasiswa Skill Jurnalistik Profesional175 Calon Haji Kabupaten Tasikmalaya Kloter 29 Siap Diberangkatkan ke Tanah Suci

“Kami prinsipnya tidak ingin mencari keributan, memacetkan jalan, atau mengganggu keamanan. Kami sepakat menjaga keamanan, ketenangan, dan kondusivitas di Kabupaten Bandung,” kata Dede.

Ia menjelaskan, May Day 2026 menjadi tahun ke-14 pelaksanaan peringatan Hari Buruh di Kabupaten Bandung dengan pendekatan kreatif, sosial, dan inovatif melalui tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Industri, Kesejahteraan Pekerja” serta tagline “Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama”.

Selain mengikuti agenda nasional di Jakarta yang dihadiri sekitar 6.000 buruh Kabupaten Bandung, rangkaian May Day tahun ini juga diisi aksi lingkungan seperti penanaman 2.800 pohon di Pasirjambu dan kegiatan Ecowalker atau bersih-bersih sampah di sejumlah titik di kawasan Soreang.

Aksi Ecowalker dibagi ke empat zona sebagai simbol bahwa perjuangan buruh di Kabupaten Bandung tidak hanya berfokus pada isu ketenagakerjaan, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan daerah.

0 Komentar