Koperasi Ngahiji Kembangkan Green House Kopi, Bidik Kesejahteraan Petani Bandung Barat

Ketua Koperasi Kujang Salapan Ngahiji, Miko Napitupulu (tengah), bersama Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi D
Ketua Koperasi Kujang Salapan Ngahiji, Miko Napitupulu (tengah), bersama Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Barat, Supriadi (kiri) saat meresmikan Green House kopi di Padalarang, Bandung Barat. Jumat (8/5). Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

“Yang pasti kopi kami akan memiliki cita rasa khas tersendiri dengan harga yang tetap terjangkau bagi masyarakat. Kami juga ingin para petani tetap mendapatkan keuntungan yang layak,” tutur Miko.

“Kehadiran koperasi ini bertujuan untuk mendorong kesejahteraan petani, tidak hanya di Padalarang tetapi juga hingga ke wilayah yang lebih luas,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Barat, Supriadi menyebut koperasi harus terus dikembangkan karena memiliki peran penting sebagai soko guru perekonomian masyarakat.

Baca Juga:DBL Play Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026 Berakhir, 10 Student-Athlete Ini Melanjutkan Mimpinya ke AmerikaPemkot Bandung Gelontorkan Rp300 Miliar untuk Perbaikan Jalan 2026, Fokus pada Pemeliharaan hingga Pengaspalan

Menurutnya, koperasi merupakan badan usaha yang dibangun dengan asas kekeluargaan dan gotong royong untuk meningkatkan kesejahteraan anggota maupun masyarakat sekitar.

Ia menilai perkembangan koperasi di Kabupaten Bandung Barat cukup baik karena mendapat dukungan pemerintah daerah, stakeholder, hingga dinas terkait yang terus mendorong pertumbuhan koperasi di berbagai sektor usaha.

“Koperasi memiliki peran penting dalam menyejahterakan masyarakat melalui berbagai jenis usaha, mulai dari koperasi simpan pinjam, koperasi konsumen, koperasi produsen, koperasi jasa, hingga koperasi pemasaran,” katanya.

Ia menambahkan, Koperasi Kujang Salapan Ngahiji memiliki potensi besar karena bergerak di sektor koperasi produsen dan telah memiliki greenhouse kopi sebagai langkah awal pengembangan usaha.

Menurutnya, pengembangan usaha tersebut dapat diperluas mulai dari proses roasting, pembukaan kafe, kebun kopi, hingga pembibitan tanaman kopi.

“Ke depan koperasi ini diharapkan mampu melakukan hilirisasi usaha kopi secara menyeluruh. Jadi tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi juga memiliki produk dan branding sendiri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, koperasi produsen nantinya dapat memiliki lahan budidaya kopi, pembibitan, hingga pengolahan hasil produksi menjadi produk bernilai tambah yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

Baca Juga:Tangis Haru Valentina dan Kisah Kebermanfaatan Program Sekolah Kemitraan Pemprov JatengHRTA Tancap Gas di Awal 2026, Pendapatan Melonjak Hampir 200 Persen

Namun demikian, ia menegaskan koperasi tidak bisa berjalan sendiri dan membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak mulai dari anggota, pengurus, masyarakat, kelompok tani, pemerintah desa hingga pemerintah provinsi.

“Kehadiran kami dari Dinas Koperasi Provinsi Jawa Barat juga sebagai bentuk dukungan dan motivasi agar koperasi ini berkembang. Dukungan yang bisa diberikan di antaranya pelatihan SDM, tata kelola koperasi, packaging produk, perluasan pasar hingga fasilitasi pembiayaan,” pungkasnya. (Wit)

0 Komentar