Jeje Ancam Sanksi Tegas ASN Nakal, Percaloan dan Kinerja Asal-asalan Disikat

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail saat menjadi pemimpin apel di Lapang Mekarsari Ngamprah. Dok Prokomp
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail saat menjadi pemimpin apel di Lapang Mekarsari Ngamprah. Dok Prokompim KBB
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menuntut perubahan budaya kerja ASN di Bandung Barat dengan menekankan pentingnya kedisiplinan, kejujuran, dan pelayanan tanpa praktik percaloan.

Menurutnya, perubahan tersebut menjadi fondasi utama dalam membangun birokrasi yang kuat dan dipercaya masyarakat. Ia menilai, kebiasaan kerja yang positif harus diterapkan secara konsisten oleh seluruh ASN.

“Budaya kerja itu dimulai dari hal sederhana, seperti disiplin hadir tepat waktu, laporan yang jujur, pelayanan yang tulus, serta keberanian menolak praktik yang mencederai kepercayaan publik,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Baca Juga:Gubernur Ahmad Luthfi dan Sungai Watch Bakal Kolaborasi Bersihkan Sampah Sungai di JatengĀ Jembatan Darurat Sungai Cigoha Kembali Ambruk, Warga Tanjungsari Terpaksa Putar Jauh

Ia menegaskan, kekuatan pemerintahan tidak hanya ditentukan oleh program-program besar yang dijalankan. Namun, juga bergantung pada dedikasi aparatur dalam memberikan pelayanan terbaik.

Selain itu, ia mengingatkan seluruh ASN untuk memastikan setiap pekerjaan dilakukan secara terukur dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas kinerja pemerintahan.

Ia pun mewajibkan pelaporan progres kinerja harian melalui aplikasi e-kinerja BKN. Menurutnya, sistem tersebut menjadi alat kontrol agar kinerja ASN lebih transparan.

“Tidak ada lagi ruang untuk kinerja yang tidak terukur. Setiap aktivitas harus tercatat dan bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa ASN bekerja bukan semata untuk atasan, melainkan untuk masyarakat yang membutuhkan pelayanan. Oleh karena itu, tanggung jawab moral menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.

Ia juga mengingatkan bahwa disiplin bukan hanya soal kehadiran fisik, tetapi menyangkut integritas dalam menjalankan tugas. Jabatan yang diemban harus dipahami sebagai amanah.

“Jabatan itu amanah, bukan sekadar kesempatan. Jangan sampai ada praktik percaloan di Bandung Barat,” tegasnya.

Baca Juga:Long Weekend May Day 2026, Wisata Murah di Tasikmalaya Diserbu WargaĀ Terowongan Tugu Pancakarsa Sentul Terendam Banjir, Drainase Tersumbat Sampah Jadi Pemicu

Ia menolak keras adanya praktik pelayanan melalui jalur belakang yang merugikan masyarakat. Menurutnya, setiap warga berhak mendapatkan pelayanan yang adil tanpa harus mencari cara lain.

“Pelayanan publik adalah wajah pemerintah. Wajah tersebut harus bersih, jujur, dan dapat dipercaya,” tandasnya. (Wit)

0 Komentar