Darurat Sampah Baleendah, Sekda Jabar Turun Tangan: Jangan Sampai Bandung Raya 'Meledak'

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, turun langsung ke lokasi
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, turun langsung ke lokasi untuk melakukan inspeksi mendadak sekaligus memimpin penanganan TPS Pasar Baleendah, Kamis (30/4/2026)/Foto Agni Ilman Darmawan/Jabar Ekspres/
0 Komentar

Ia mengingatkan bahwa TPA Sarimukti merupakan tempat pembuangan regional yang melayani beberapa daerah di Bandung Raya, sehingga tidak bisa terus dijadikan solusi utama.

“Kalau terus-menerus seperti ini, kami juga tidak sanggup karena Sarimukti kan penuh,” ucapnya.

Herman juga meminta camat, lurah, RT, dan RW setempat ikut bertanggung jawab memastikan sampah rumah tangga tidak lagi dibuang ke TPS pasar. Menurutnya, TPS Pasar Baleendah seharusnya hanya menampung sampah dari aktivitas pasar.

Baca Juga:Kali Cinyompok Meluap di Tenjo Bogor, Permukiman Terendam, Balita Sempat Dilarikan ke Rumah SakitTop 50 Campers Kopi Good Day DBL Camp 2026 Diumumkan, Perwakilan Jawa Barat Unjuk Gigi

“Jangan dibuang ke pasar, sehingga di sini hanya sampah pasar yang dikelola secara mandiri oleh pengelola pasar,” katanya.

Ia menilai mayoritas sampah pasar berupa sampah organik atau basah yang sebenarnya dapat diolah menjadi kompos maupun maggot.

“Apalagi ini kan 75 persen sampahnya sampah basah, sampah makanan, sampah organik. Bisa dikelola untuk maggot, bisa dikelola untuk kompos,” jelasnya.

Dalam sidak tersebut, Herman juga menyoroti sistem retribusi kebersihan pasar. Berdasarkan informasi yang diterimanya, setiap pedagang membayar Rp2.000 per hari untuk kebersihan.

Dengan sekitar 700 pedagang, potensi dana kebersihan mencapai sekitar Rp42 juta per bulan.

“Jangan sampai ada pungutan Rp2.000 per hari atau sekitar Rp60 ribu per bulan, totalnya bisa mencapai Rp42 juta per bulan, tetapi sampahnya justru menumpuk di depan pasar. Itu tidak boleh terjadi,” tegasnya.

Ia pun meminta dinas terkait untuk mengevaluasi pengelolaan pasar serta menegur pihak UPTD agar persoalan serupa tidak terulang.

Baca Juga: COMPAS 2026, Kesbangpol Kabupaten Bogor Perkuat Peran Ormas dalam Penanganan KonflikJateng Matangkan Persiapan MTQ Nasional 2026, Taj Yasin Minta Dukungan Pemerintah Pusat

“Sudah cukup. Ke depan mari kita berbenah dan menertibkan. Jika tidak, masyarakat yang akan menjadi korban,” katanya.

Herman menegaskan bahwa arahan Gubernur Jawa Barat jelas, yakni menjadikan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama.

Ia berharap kejadian di Baleendah menjadi momentum pembenahan besar dalam pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.

“Bandung Raya akan jadi lautan sampah, akan meledak kalau tidak ada kesadaran masyarakat,” pungkasnya.

0 Komentar