JABAR EKSPRES – Sebanyak 160 siswa Raudhatul Athfal (RA) se-Kota Banjar mengikuti kegiatan Gema Tahfidz Al-Qur’an Surat An-Naba. Acara yang digelar oleh Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kota Banjar itu berlangsung di Gedung Dakwah Islam Kota Banjar, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan ini mengusung tema ‘Cinta Al-Qur’an Sejak Dini, Wujudkan Generasi Qur’ani’. Pembukaan dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Banjar, Ahmad Fikri Firdaus.
Dalam sambutannya, Fikri memberikan apresiasi tinggi kepada IGRA dan para guru RA. Menurutnya, konsistensi para pendidik dalam menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia emas anak-anak patut didukung.
Baca Juga:MI Baiturohim Optimalkan Program Tahfidz dan Bakti Sosial di 10 Hari Terakhir RamadanYayasan The Aly Hassan Terrace Resmi Mulai Bangun Gedung Rumah Tahfidz Qur’an dan PKBM di Bogor
“Gema Tahfidz ini bukan sekadar ajang hafalan. Ini ikhtiar kita menanam cahaya Al-Qur’an di hati anak-anak. Dari RA kita mulai, agar lahir generasi Qur’ani yang cerdas, berakhlak, dan siap jadi pemimpin masa depan,” ujar Ahmad Fikri.
Ia menambahkan, tantangan terbesar saat ini adalah era digital. Anak-anak membutuhkan benteng moral yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh pengaruh negatif. Ia menilai Al-Qur’an dapat menjadi kompas kehidupan. “Ketika mereka hafal, cinta, dan amalkan, insyaAllah mereka selamat dunia akhirat,” imbuhnya.
Ketua IGRA Kota Banjar, Nikmatul Munfarihah, menjelaskan bahwa jumlah peserta yang terlibat mencapai 160 anak. Mereka berasal dari 26 RA yang tersebar di seluruh wilayah Kota Banjar. Persiapan telah dilakukan secara intensif bersama para guru masing-masing di setiap RA.
“Hari ini mereka tampil penuh percaya diri melantunkan Surah An-Naba secara bersamaan. Ini bukti bahwa usia dini pun mampu menghafal Qur’an jika dibimbing dengan cinta,” ungkap Nikmah, sapaan akrabnya.
Nikmah juga menyampaikan harapannya agar Gema Tahfidz dapat menjadi agenda rutin tahunan IGRA. Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya mengasah kemampuan hafalan anak, tetapi juga melatih keberanian tampil di depan umum.
“Terima kasih kepada Kemenag, orang tua, dan semua guru RA. Semoga kegiatan ini jadi pemantik semangat anak-anak untuk terus dekat dengan Al-Qur’an,” tutup Nikmah.
