Dapur MBG Jayaraya 3 Berdayakan Relawan Disabilitas, Ade yang Kakinya Diamputasi Kini Bekerja Bagian Pemorsian

Relawan disabilitas Ade Julian Mulyana (28), warga Dusun Mandalare, Desa Sinartanjung, Kecamatan Pataruman Kot
Relawan disabilitas Ade Julian Mulyana (28), warga Dusun Mandalare, Desa Sinartanjung, Kecamatan Pataruman Kota Banjar bekerja di Dapur MBG Jayaraya 3, Senin (20/4/2026). (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dapur MBG Jayaraya 3 yang berlokasi di RT 25 RW 6, Desa Sinartanjung, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, memberdayakan relawan penyandang disabilitas untuk bekerja di dapur umum tersebut. Langkah ini menjadi salah satu bentuk inklusi kerja bagi warga berkebutuhan khusus di wilayah setempat.

Salah satu relawan yang diberdayakan adalah Ade Julian Mulyana (28), warga Dusun Mandalare, Desa Sinartanjung. Meskipun memiliki keterbatasan fisik, Ade kini mendapat pekerjaan tetap sebagai pemorsian atau petugas yang bertanggung jawab untuk memorsikan porsi makanan. Ade tampak bersemangat menjalankan tugasnya ketika ditemui wartawan di lokasi dapur, Senin (20/4/2026).

Ade mengaku kehilangan sebagian kakinya akibat kecelakaan kerja saat ia bekerja di sebuah proyek konstruksi. Kecelakaan itu memaksa kakinya harus diamputasi. Kini, untuk beraktivitas dan bekerja, Ade menggunakan kaki palsu yang merupakan bantuan dari Baznas Kota Banjar.

Baca Juga:Nestapa Banjir Cigudeg Memaksa Pedagang Cuanki Pulang KampungBanjir Bandang Terjang Cigudeg Bogor, 10 Kontrakan Hanyut Usai Tanggul Jebol

“Alhamdulillah tidak ada kendala, karena pekerjaannya juga disesuaikan dengan keterbatasan saya,” ujar Ade saat ditemui di Dapur MBG Jayaraya 3.

Ade mengungkapkan rasa syukurnya karena bisa diterima bekerja di dapur tersebut. Sebelumnya, ia mengaku kesulitan mencari pekerjaan karena keterbatasan fisik yang dimilikinya. Keterbatasan itu kerap menjadi hambatan saat ia melamar ke berbagai tempat.

“Saya senang bisa diterima kerja di Dapur MBG karena dengan keterbatasan yang ada, saya kesulitan untuk mencari pekerjaan,” katanya.

Kepala SPPG Dapur MBG Jayaraya 3, Blasius Pendamai Nehe, mengatakan bahwa sejauh ini tidak ada kendala berarti dalam pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh relawan disabilitas. Menurut Plasius, semua pekerjaan yang diberikan kepada relawan telah disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu.

Plasius juga memastikan bahwa dirinya akan terus mengarahkan dan membantu jika ada kendala yang dihadapi oleh para relawan selama bekerja. Pendampingan dilakukan secara langsung agar para relawan dapat menjalankan tugas dengan baik dan merasa nyaman.

“Saya juga akan mengarahkan dan membantu yang bersangkutan apabila ada kendala dalam pekerjaannya,” kata Plasius.

Dapur MBG Jayaraya 3 sendiri merupakan salah satu unit pelayanan gizi yang melayani kebutuhan makan untuk sejumlah kurang lebih seribu penerima manfaat. Dengan adanya pemberdayaan relawan disabilitas, diharapkan semakin banyak warga berkebutuhan khusus yang mendapat kesempatan kerja yang layak dan sesuai dengan kapasitas mereka. (CEP)

0 Komentar