Ia berharap dengan peningkatan tipe rumah sakit tersebut, beban penanganan pasien di RSUD KHZ Mustafa yang berada di wilayah utara bisa sedikit terurai, dan masyarakat selatan tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan gawat darurat yang memadai.
Sementara itu, Direktur Utama RSUD KHZ Mustafa, Elli Hendalia, membenarkan bahwa dalam beberapa pekan terakhir terjadi peningkatan signifikan jumlah pasien yang datang ke IGD.
Ia menjelaskan bahwa secara kemampuan teknis dan kompetensi tenaga medis, pihaknya sebenarnya sudah bekerja maksimal. Namun, lonjakan kasus yang terjadi secara bersamaan di berbagai rumah sakit menjadi tantangan tersendiri.
Baca Juga:Tingkatkan Kualitas Layanan, RSUD Welas Asih Resmikan Klinik Kesehatan Tradisional dan Perluas InfrastrukturRSUD Bhakti Padjajaran Resmikan Layanan DSA Berbasis BPJS, Warga Bogor Kini Bisa Nikmati Perawatan Stroke Cang
“Sebetulnya untuk IGD kita ini secara kemampuan penanganan itu sudah maksimal. Tapi karena kemarin itu ada peningkatan kasus, di seluruh rumah sakit juga ada peningkatan kasus. Jadi ada antrean pada saat masuk ke ruangan,” ujar Elli.
Ia menambahkan bahwa pihak rumah sakit telah berupaya menyediakan layanan transit bagi pasien yang menunggu ruang perawatan, namun proses ini memang membutuhkan kesabaran ekstra dari masyarakat.
Menurut Elli, komunikasi yang baik antara pihak rumah sakit dan keluarga pasien terus dijaga agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah situasi darurat.
Ia berharap rencana perluasan IGD dan penguatan rumah sakit di wilayah selatan dapat segera terealisasi sehingga pelayanan kesehatan di Kabupaten Tasikmalaya bisa semakin merata dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (CEP)
