JABAR EKSPRES – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem yang masih terjadi di Bogordalam beberapa waktu terakhir.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi bencana seperti banjir, tanah longsor, atap rumah terbawa angin, bangunan ambruk, hingga pohon tumbang saat hujan lebat disertai angin kencang.
Dimas meminta masyarakat tetap tenang namun tidak lengah dengan terus memantau informasi cuaca dari sumber resmi, seperti BMKG maupun kanal komunikasi BPBD. Dengan begitu, warga dapat mengambil langkah cepat ketika kondisi darurat terjadi.
Baca Juga:Banjir Bandang Terjang Cigudeg Bogor, 10 Kontrakan Hanyut Usai Tanggul JebolKomisi II DPRD Kabupaten Bogor Ungkap Kebocoran PAD hingga Rp200 M, Pemkab Didesak Bentuk Pansus
Selain itu, masyarakat diminta mengenali potensi bahaya di lingkungan masing-masing. Jika terjadi peningkatan debit air secara cepat atau muncul tanda-tanda pergerakan tanah di wilayah lereng, warga diimbau segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman tanpa menunggu instruksi resmi.
Warga juga diingatkan untuk menghindari area berisiko saat hujan deras dan angin kencang, seperti berteduh di bawah pohon besar, dekat baliho, tebing rawan longsor, maupun bangunan yang terlihat rapuh.
Untuk meningkatkan kesiapsiagaan, BPBD Kota Bogor mengimbau masyarakat menyiapkan tas siaga bencana yang mudah dijangkau. Tas tersebut sebaiknya berisi dokumen penting, obat-obatan, serta perlengkapan darurat agar proses evakuasi dapat dilakukan dengan cepat.
Dimas juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat melalui gotong royong menjaga lingkungan. Warga diminta segera melaporkan kerusakan atau potensi bahaya kepada aparat setempat maupun call center BPBD agar penanganan dapat dilakukan lebih dini.
BPBD Kota Bogor memastikan akan terus melakukan pemantauan intensif serta menjaga kesiapsiagaan guna merespons cepat setiap potensi bencana di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
