“Kalau benar ada klaim seperti itu, ini jelas menyesatkan masyarakat dan akan kami tindak lanjuti,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kertamulya, Farhan, mengaku pihaknya juga sempat menerima informasi bahwa pembangunan tower merupakan bagian dari program nasional untuk mengatasi blank spot jaringan.
“Setelah kami telusuri, ternyata ini proyek swasta. Informasi awal yang kami terima tidak sesuai,” kata Farhan.
Baca Juga:Kontrakan Terkunci dan Dipenuhi Lalat, Pria Ditemukan Tewas di Klapanunggal BogorBuilding Materials Expo 2026: Pusat Inovasi Hunian Modern Hadir di d’botanica Mall Bandung
Ia menambahkan, pemerintah desa saat ini memfasilitasi mediasi antara warga dan pihak terkait agar persoalan tidak berlarut-larut.
“Kami berharap ada solusi yang adil dan tidak merugikan masyarakat,” pungkasnya. (Wit)
