Transformasi Layanan Kesehatan, Primaya Rajawali Hospital Perkuat Teknologi Klinis dan Center of Excellence

Lonjakan kasus penyakit tidak menular di Jawa Barat mendorong penguatan layanan kesehatan berbasis spesialisas
Lonjakan kasus penyakit tidak menular di Jawa Barat mendorong penguatan layanan kesehatan berbasis spesialisasi
0 Komentar

Sementara itu, Direktur Primaya Rajawali Hospital, dr. Budiyanto, MARS menyebut transformasi dilakukan secara menyeluruh, termasuk dalam sistem layanan dan pengalaman pasien.

“Kami mengimplementasikan digitalisasi melalui Electronic Medical Record, standardisasi clinical pathway berbasis evidence, serta penguatan budaya patient-centered care. Selain itu, kami juga menghadirkan Primaya App dan sistem rujukan internal antar jaringan, sehingga pasien dapat memperoleh second opinion tanpa perlu berpindah fasilitas,” jelasnya.

Selain layanan kuratif, pendekatan promotif dan preventif juga diperkuat melalui program edukasi kesehatan rutin setiap minggu, guna mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini.

Baca Juga:Berawal dari Nongkrong Pemuda, Polisi Bongkar Peredaran Obat Keras di BogorProyek PJU Rp32,7 Miliar di Narogong Belum Optimal, Masih Jadi PR Pemprov Jabar

Budiyanto menuturkan, Rumah Sakit Primaya Rajawali ini memang rumah sakit kalau secara kelas tipe C. Dengan memiliki 102 tempat tidur dengan variasi kelas dari kelas 1, 2, 3, kemudian ada VIP, VVIP. Kemudian untuk ICU kita ada ICU, ada HCU, kemudian ada PICU NICU.

Kemudian poliklinik lengkap juga, ada 20 poliklinik disertai pelayanan dari 36 spesialis dan subspesialis.

“Jadi kita juga melengkapi dari subspesialis untuk bidang onkologi. Jadi kita di sini sudah ada dokter spesialis yang memang menangani kasus-kasus onkologi,” tandasnya. (Mong)

0 Komentar