Rentetan Bencana di Kabupaten Bandung, Simbol Gagalnya Kebijakan dan Lemahnya Pengawasan Pemerintah?

WALHI: Krisis Ekologis di Kabupaten Bandung Dipicu Kegagalan Kebijakan dan Lemahnya Pengawasan
Ilustrasi: Banjir kembali menggenangi Jalan Raya Dayeuhkolot, tepatnya di depan Pasar Dayeuhkolot hingga sekitar Masjid Agung Dayeuhkolot, Jumat (10/4/2026) malam. Foto Agni Ilman Darmawan/Jabar Ekspres
0 Komentar

“Kami juga menilai banjir Citarum merupakan luka lama yang tak pernah dituntaskan, banjir yang menggenangi Desa Majakerta, Kecamatan Majalaya, diakui sendiri oleh BPBD sebagai akibat luapan Sungai Citarum,” bebernya.

Menurut Aldi, fakta ini menegaskan bahwa persoalan banjir di sepanjang aliran Citarum adalah masalah struktural yang terus berulang.

Program Citarum Harum yang telah berjalan bertahun-tahun seharusnya dimaknai bukan hanya sebagai operasi kebersihan sungai.

Baca Juga:Banjir Dayeuhkolot Capai 1 Meter, Perahu Jadi Andalan Warga Kampung Bojongasih untuk BeraktivitasBanjir Dayeuhkolot Belum Surut, Warga Nekat Terobos Genangan Demi Beraktivitas

Melainkan sebagai pemulihan ekosistem secara menyeluruh termasuk normalisasi sungai, pemulihan sempadan, dan pengendalian sedimentasi secara komprehensif.

“Kenyataannya, banjir kembali menelan ribuan warga. Ini adalah kegagalan yang tidak dapat ditoleransi,” pungkas Aldi. (Bas)

0 Komentar