Cuaca Ekstrem Tak Menentu, BPBD Cimahi Tekankan Siaga dan Mitigasi Dini 

Cuaca Ekstrem Tak Menentu, BPBD Cimahi Tekankan Siaga dan Mitigasi Dini 
lustrasi: Pengendara sepeda motor terjebak hujan deras akibat cuaca ekstrem di jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Peningkatan intensitas cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat.

Fenomena ini, yang terjadi sejak awal pekan hingga Kamis (9/4/2026), berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang, dengan dampak yang tidak hanya merusak infrastruktur tetapi juga mengancam keselamatan warga.

Situasi ini dinilai mendesak, menyusul temuan lapangan oleh Tim Unit Reaksi Cepat (URC) BPBD yang mencatat sedikitnya empat titik terdampak cuaca buruk di sejumlah wilayah Cimahi.

Baca Juga:Pohon Tumbang di Cimahi, DLH Sebut Murni Akibat Cuaca EkstremAngin Kencang Tumbangkan Pohon di Cimahi Utara, Rumah Warga dan Lapak Pedagang Rusak

Kerusakan yang terjadi bervariasi, mulai dari atap rumah yang tersapu angin hingga pohon tumbang yang menimpa bangunan dan kendaraan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, memaparkan salah satu insiden terjadi di Jalan Melong Tengah. Angin kencang menyebabkan atap spandek terlepas dan menimpa rumah warga, mengakibatkan kerusakan ringan dengan estimasi kerugian sekitar Rp5 juta serta berdampak pada dua kepala keluarga.

“Sementara di Komplek Pharmindo Jalan Rorojongrang Barat, sebuah pohon Pepaya Jepang tumbang dan menimpa kendaraan bermotor, menyebabkan kerusakan pada bagian bodi mobil dengan kerugian sekitar Rp500 ribu,” kata Fithriandy saat dikonfirmasi, Jumat (10/4).

Dampak lebih besar tercatat di Jalan Raya Cibeureum. Sebuah pohon angsana berdiameter sekitar satu meter dengan tinggi mencapai 30 meter tumbang dan menimpa tiang listrik serta Penerangan Jalan Umum (PJU).

Insiden ini sempat mengganggu arus lalu lintas dan menimbulkan kerugian aset daerah yang ditaksir mencapai Rp10 juta.

“Di titik lain di jalan yang sama, pohon Petai tumbang menimpa bangunan saung joglo dan dinding pembatas, dengan kerusakan kategori sedang dan kerugian diperkirakan mencapai Rp18 juta,” sebutnya.

Menghadapi kondisi tersebut, Fithriandy menegaskan pentingnya kewaspadaan kolektif masyarakat. Potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir genangan, banjir limpasan, tanah longsor, hingga puting beliung, disebut masih tinggi seiring dinamika cuaca yang belum stabil.

Baca Juga:DLH Cimahi: Banjir Dipicu Limpasan Air Hujan Akibat Masifnya Alih Fungsi LahanPenanganan Banjir Cimahi Selatan Perlu Sinergi dan Peran Aktif Warga

Ia juga menguraikan sejumlah langkah mitigasi yang dapat dilakukan warga untuk mengurangi risiko. Dengan memastikan saluran drainase di lingkungan rumah bersih, agar tidak terjadi genangan.

0 Komentar