Stunting di Jabar Meningkat, Wagub Erwan Peringatkan 6 Daerah Ini

Stunting di Jabar Meningkat, Wagub Erwan Peringatkan 6 Daerah Ini
Wagub Erwan selepas rakor penanganan stunting di Gedung Sate, Selasa (7/4). (Foto: Son/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan beri peringatan terhadap kota/kabupaten yang peningkatan prevalensi stuntingnya masih tinggi. Hal itu diungkapkan Erwan usai rakor penanganan stunting di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (7/4/2026).

“Tadi ada beberapa penekanan yang saya sampaikan, diantaranya kepada daerah yang mengalami peningkatan yang cukup signifikan stunting-nya di tahun 2024 yang lalu,” ujarnya.

Adapun Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat mencatat, setidaknya ada 8 kota/kabupaten di Jawa Barat yang prevalensi stuntingnya masih tinggi. Tapi memang itu update data 2024. Sementara data terbaru masih proses atau menunggu survei.

Baca Juga:Cegah Stunting, Pemkab Bandung Barat Ajak Warga Rutin Minum Susu dan Makan IkanFokus Penanganan Terpadu, Pemkot Cimahi Matangkan Strategi Turunkan Angka Stunting

Ke delapan Kota Kabupaten itu adalah, Kabupaten Bandung Barat 30,8 persen, Kabupaten Bandung 24,1 persen, Kota Bandung 22,8 persen, Kabupaten Kuningan 22,7 persen, Kota Cimahi 22,3 persen, Kota Bogor 21,2 persen, Kabupaten Sukabumi 20,5 persen, dan Kabupaten Ciamis 20,3 persen.

Sementara itu, Dinkes juga mencatat setidaknya ada 6 kota/kabupaten yang status prevalensi stuntingnya meningkatkan pada 2024. Yaitu Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, Kota Bogor, Kabupaten Karawang, Kabupaten Sumedang, dan Kota Bekasi.

Untuk itu, Erwan menekankan agar beberapa daerah tersebut lebih giat dalam menekan angka stunting. “Kami tekankan kepada mereka untuk lebih fokus daerah mana, kecamatan mana, desa mana yang stunting-nya cukup tinggi dan segera harus mendapatkan penanganan secara serius,” cetusnya.

Wagub Erwan menambahkan, saat ini memang sudah ada program MBG. Menurutnya program itu juga berdampak dalam upaya meningkatkan gizi masyarakat.

“MBG cukup berpengaruh, tetapi kami juga sedang melakukan penelitian yang lebih mendalam ya seberapa besar pengaruh dari MBG ini terhadap penurunan stunting khususnya di Jawa Barat ini,” jelasnya.

Peran Semua Pihak

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat R. Vini Adiani Dewi menambahkan, penanganan masalah gizi tidak hanya stunting itu harus ada keterlibatan semua pihak. Baik pemerintah maupun masyarakat sendiri.

Stunting bisa dicegah dengan beberapa strategi. Misalnya mulai dari ibu hamil yang dipastikan suplay gizinya terpenuhi. Lalu anak remaja yang rutin konsumsi tablet tambah darah. Hingga asi ekslusif bagi bayi yang baru lahir. “Pencegahan itu jauh lebih mudah dan lebih murah dari pada mengobati,” cetusnya. (Son)

0 Komentar