Angka 7 sendiri dalam budaya Jawa sering dikaitkan dengan “pitulungan” yang berarti pertolongan.
Namun, dari sudut pandang ilmiah, semua anggapan di atas hanyalah mitos. Tokek, yang dikenal secara ilmiah sebagai Gekko gecko, adalah hewan nokturnal yang aktif di malam hari.
Suara tokek sebenarnya memiliki fungsi biologis, yaitu:
- Panggilan kawin: Tokek jantan bersuara keras untuk menarik perhatian betina
- Menandai wilayah: Sebagai peringatan bagi tokek lain agar tidak memasuki teritorinya
Jumlah bunyi yang terdengar (4, 6, atau 7 kali) tidak memiliki makna khusus. Itu hanya bergantung pada kondisi fisik dan pola napas tokek saat bersuara.
Baca Juga:Ini Cara Blokir Akses Kontak HP dari Pinjol, Biar Data Pribadi Tetap Aman!6 Titik Lokasi Kemacetan Arus Balik Lebaran hingga 29 Maret 2026
Dan dalam ajaran Islam, mempercayai bahwa bunyi tokek bisa menentukan nasib termasuk dalam kepercayaan yang tidak dibenarkan.
Konsep ini dikenal sebagai tathayyur atau thiyarah, yaitu mempercayai pertanda baik atau buruk dari makhluk atau kejadian tertentu. Dalam Islam, hal ini dilarang karena dapat mengarah pada kesyirikan.
Umat Muslim diajarkan bahwa:
- Rezeki, musibah, dan keselamatan datang dari Allah SWT
- Tidak ada makhluk yang memiliki kekuatan menentukan nasib manusia
- Fenomena alam hanyalah bagian dari ciptaan Tuhan
Dengan demikian, suara tokek sebaiknya dianggap sebagai hal biasa baik sebagai tanda adanya keseimbangan ekosistem maupun aktivitas hewan di sekitar rumah.
Pada intinya bunyi tokek di malam hari memang sering dikaitkan dengan berbagai mitos, terutama dalam tradisi Jawa. Namun, penting untuk memahami bahwa:
- Tafsir bunyi tokek hanyalah kepercayaan budaya
- Secara ilmiah, suara tokek punya fungsi alami
- Dalam agama, mempercayai mitos tersebut tidak dianjurkan
Daripada merasa cemas, lebih baik kita menyikapinya dengan bijak. Anggap saja suara tokek sebagai bagian dari kehidupan alam yang wajar bukan pertanda yang harus ditakuti.
Jadi, jika malam ini Anda mendengar tokek berbunyi, tak perlu panik. Bisa jadi, ia hanya sedang “berkomunikasi” dengan sesamanya.
