Wabup Ali Minta Pengecekan Kelayakan Bangunan Usai Atap Blok 3 Pasar Soreang Ambruk

Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb saat meninjau lokasi ambruknya atap atau plafon blok 3 pasar sehat soreang, S
Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb saat meninjau lokasi ambruknya atap atau plafon blok 3 pasar sehat soreang, Senin (16/3/2026). Foto Agni Ilman Darmawan
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb meminta pengecekan menyeluruh terhadap kondisi bangunan Pasar Soreang setelah ambruknya atap di Blok 3 yang menyebabkan satu orang meninggal dunia dan tiga lainnya luka-luka.

Ali Syakieb mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bandung turut berduka atas peristiwa tersebut dan menyerahkan proses penyelidikan penyebab kejadian kepada pihak kepolisian.

“Yang jelas kita turut berduka cita dulu ya. Karena dengan kejadian ambruk di Pasar Soreang ini, info terakhir yang saya dapat ada satu korban jiwa meninggal dunia dan juga tiga lainnya luka-luka,” kata Ali di lokasi kejadian.

Baca Juga:Dirikan Klub Satelit di Bandung, PB Jaya Raya siap Hadirkan Atlet Berpotensi untuk Bulu Tangkis Perkuat Silaturahmi, Ketua Relawan Bedas Galih Hendrawan Salurkan Paket Sembako di Pameungpeuk

Ia menyebut jajaran kepolisian bersama unsur Pemkab Bandung telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan penanganan awal. Proses penyelidikan juga akan diperkuat oleh tim dari Polda Jawa Barat yang akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Tadi Pak Kapolres beserta tim dari Pemerintah Kabupaten Bandung sudah datang ke sini. Habis ini kita menunggu hasil pemeriksaan dari kepolisian. Katanya dari reskrim Polda Jabar juga akan datang untuk mengecek kesalahannya di mana atau apakah ada kelalaian,” ujarnya.

Menurut Ali, secara kasat mata kondisi bangunan terlihat masih baik. Namun di beberapa kios terdapat mesin penggilingan yang diduga menimbulkan getaran cukup kuat.

“Kalau sekilas bangunannya mungkin terlihat aman, tapi di situ ada beberapa kios yang menggunakan alat penggilingan yang getarannya cukup besar,” katanya.

Ia menambahkan, bangunan pasar tersebut diketahui dibangun pada tahun 2020 atau sekitar lima hingga enam tahun lalu. Karena itu, pemerintah juga akan memastikan apakah bangunan tersebut telah memiliki sertifikat laik fungsi.

“Apakah sertifikat layak fungsinya ada atau tidak, nanti kita lihat hasil pemeriksaannya,” jelasnya.

Ali juga menegaskan bahwa tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sedang menuju lokasi untuk melakukan pengecekan kelayakan bangunan, guna mengantisipasi kemungkinan kerusakan pada bagian lain pasar.

Baca Juga:ORIS Hadir di Bandung, PT SMI Ajak Masyarakat Jawa Barat Berkontribusi dalam Pembangunan NasionalDoa Lailatul Qadar Lengkap dengan Artinya, Amalan di 10 Malam Terakhir Ramadan

“Yang kita khawatirkan jangan sampai yang roboh hanya 13 kios ini, tapi bangunan lainnya tidak dicek. Makanya tim dari PUPR sedang on the way untuk mengecek kelayakan bangunan,” ujarnya.

0 Komentar