JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menyambut terbuka usulan pengembangan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jelekong sebagai salah satu solusi penanganan sampah di kawasan Bandung Raya.
Namun, Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan bahwa rencana tersebut harus diwujudkan secara konkret, bukan sekadar wacana.
Menurutnya, Pemkab Bandung pada prinsipnya siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Bandung selama ada kejelasan terkait implementasi, termasuk dalam hal pembiayaan maupun teknis pengelolaan.
Baca Juga:Cuaca Ekstrem di Bandung Raya, BPBD dan BMKG Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi65 Rumah di Padalarang Kabupaten Bandung Barat Diterjang Angin Puting Beliung
“Pemerintah Kabupaten Bandung welcome, hanya jangan teori. Jadi lebih cenderung kepada implementatif. Jadi kalau mau berkolaborasi, kalau mau sharing pembiayaan dan sebagainya, konkretkan, jangan wacana saja,” ujar Dadang saat ditemui di Soreang, Senin (9/3/2026).
Ia menegaskan tidak ingin kerja sama antar daerah berhenti pada pembahasan tanpa realisasi.
“Jadi saya enggak mau dan enggak biasa wacana. Kalau misalkan urusan masalah itu mau dipadukan, mari kita duduk bersama, tapi harus jelas,” tegasnya.
Terkait komunikasi dengan Wali Kota Bandung, Dadang menyebut pihaknya sebenarnya sudah berencana melakukan pertemuan langsung dengan Muhammad Farhan.
Namun pertemuan tersebut kemungkinan baru bisa dilakukan setelah momentum Idulfitri.
“Secara ajudan sudah pengen ketemu langsung, tapi waktunya kayaknya nanti habis Lebaran. Kita fokus dulu untuk persiapan mudik dan arus balik,” katanya.
Lebih lanjut, Dadang mengungkapkan Kabupaten Bandung saat ini juga tengah menyiapkan sejumlah opsi penanganan sampah, termasuk rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Ia menyebut produksi sampah di Kabupaten Bandung mencapai sekitar 1.800 ton per hari.
“Jadi sebenarnya kita sudah berbicara dengan Kemendagri bahwa kita juga akan membuat PLTSa. Nah ini kurang lebih Kabupaten Bandung saja 1.800 ton per hari,” ujarnya.
Baca Juga:Disnaker Kabupaten Bandung Monitoring Perusahaan, Pastikan THR Dibayar Tepat Waktu Disparekraf Targetkan 1 Juta Wisatawan Berkunjung ke Kabupaten Bogor Saat Libur LebaranÂ
Ia menjelaskan kebutuhan sampah untuk operasional PLTSa berkisar antara 500 hingga 1.000 ton per hari. Karena itu, jika wilayah Bandung Raya ingin bergabung dalam pengelolaan tersebut, Pemkab Bandung membuka peluang kerja sama.
“Nah kebutuhan untuk PLTSa ini kan per harinya cuma minimal 500 ton sampai 1.000 ton. Jadi kalau toh misalkan Bandung Raya bisa bergabung, saya terima dengan senang hati, tapi tolong jangan hanya wacana saja,” tambahnya.
