Diprakarsai Tionghoa Muslim, Al-Imtijaz Masjid Unik dengan Arsitektur Budaya Cina di Bandung 

Diprakarsai Tionghoa Muslim, Al-Imtijaz Masjid Unik dengan Arsitektur Budaya Cina di Bandung 
Dok. Masjid Al - Imtijaz, Masjid unik dengan arsitektur dan ornamen khas budaya Cina di Bandung. Foto. Sandi Nugraha.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Masjid Al – Imtijaz yang terletak di Jalan ABC, Nomor 8 Kelurahan Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, telah menjadi daya tarik masyarakat khususnya para pelancong dari luar kota.

Pasalnya masjid yang terletak di area perkantoran serta perdagangan ini, memliki keunikan tersendiri yakni kental dengan arsitektur dan ornamen budaya Cina.

Berbeda dengan Masjid Lautze yang terletak di Jalan Tamblong, Kota Bandung, Masjid Al-Imtijaz yang dibangun sekitar tahun 2008 dan selesai di tahun 2010 lalu tersebut, diprakarsai langsung oleh seorang mualaf Tionghoa dan mantan Gubernur Jawa Barat Nuriana dengan memanfaatkan area bekas mall.

Baca Juga:Kopi Good Day DBL Camp 2026 Digelar di Jakarta, 260 Student Athlete Berebut Tiket ke Amerika SerikatBerkah! UMKM Binaan Pertamina Raup Omzet hingga Dua Kali Lipat di SMEXPO Ramadan 2026

Ketua DKM Masjid Al-Imtizaj, Muhamad Yahya Azlani mengatakan, alasan memanfaatkan area bekas mal ini, karena pada saat itu masih kurangnya fasilitas tempat ibadah khusus masjid di kawasan tersebut.

“Sebelum tahun 2010 itu rata-rata di mal jarang ada tempat salat, maka tujuan utama Masjid Al – Imtizaj ini hadir ingin memberikan ruang kepada jamaah atau pelaku usaha dan orang-orang yang berkunjung agar bisa melaksanakan ibadah dengan nyaman,” katanya saat ditemui di lokasi belum lama ini.

Memliki kapasitas hingga mencapai 200 orang serta memiliki dua lantai, Masjid Al – Imtijaz kata Yahya tak pernah sepi dari jamaah yang hendak melaksanakan ibadah salat 5 waktu.

Bahkan tak jarang, masjid ini juga menurutnya kerap digunakan oleh masyarakat non muslim yang ingin menganut agama Islam atau menjadi Mualaf.

“Nah kenapa bentuknya seperti itu (kental dengan arsitektur dan ornamen Cina), sebenarnya enggak ada niatan lain. Tetapi karena ini (Masjid Al – Imtijaz) diprakarsai Tionghoa muslim, maka diabadikan dengan budaya mereka atau kebiasaan mereka,” ujar Yahya.

Sementara itu untuk penamaan sendiri, Yahya menyebut Al-Imtijaz diberikan langsung oleh ketua MUI Jawa Barat pada saat itu KH Hafidz Utsman.

Yahya menuturkan, Al-Imtijaz memliki arti pembauran serta untuk bahasa Mandarinnya Ronghe.

Baca Juga:Kepala BKPSDM Bantah Tuduhan 'Permainan' dalam Rotasi Mutasi Pejabat Pemkab BandungManfaatkan Momen Ramadan, Pertamina Ajak Puluhan UMKM untuk Aktif dan Berdaya 

“Jadi maksudnya harus ada pembauran antara budaya Sunda, Islam, dan Tionghoa. Lalu pembauran ini juga diartikan pembauran antarbudaya dan antarpemeluk agama Islam,” imbuhnya.(San).

0 Komentar