“Saya selalu berharap, kami bisa memperoleh hasil yang positif dalam pertandingan,” ucapnya.
Hasil positif di GBT bukan hanya soal tiga poin. Itu juga tentang legitimasi mental, tentang menunjukkan bahwa Persib mampu menaklukkan tekanan besar di kandang lawan klasiknya.
Senin malam di Surabaya, romantika rivalitas akan kembali diputar. Bukan duel terbuka penuh risiko, melainkan pertarungan kesabaran, disiplin, dan kecerdikan membaca momentum.
Baca Juga:BULOG Bandung Percepat Serapan Gabah Petani di SumedangKehangatan Bernuansa Heritage dalam Momen Berbuka Puasa “A Wishful Ramadan” ala de Braga by ARTOTEL
Karena ketika Persebaya dan Persib bertemu, yang berbicara bukan hanya taktik, tetapi juga harga diri. (Dam)
