JABAR EKSPRES – Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa belasan siswa di Kota Cimahi usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) memicu respons cepat dari pemerintah daerah.
Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudhistira meninjau langsung penanganan pasien di RSUD Cibabat, Rabu (25/2/2026) malam.
Adhitia hadir bersama jajaran Forkopimda Kota Cimahi untuk memastikan penanganan medis berjalan optimal, sekaligus menindaklanjuti laporan dugaan keracunan yang diduga berkaitan dengan distribusi MBG di sejumlah sekolah wilayah Kecamatan Cimahi Tengah.
Baca Juga:Ini Pesan H. Cucun Dalam Reses Anggota DPRD Fraksi PKBEmosi Memuncak di GBLA, Andrew Jung Tegaskan Niatnya Redam Situasi Demi Persib
“Ya, hari ini ada dari TK PGRI, TK Kartika, SD Cimahi Mandiri 4, Karang Mekar Mandiri 1, juga SMP 6,” kata Adhitia kepada awak media di RSUD Cibabat.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah tengah melakukan observasi awal untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.
Namun, prioritas utama saat ini adalah memastikan seluruh siswa yang mengalami keluhan mendapatkan penanganan medis secepat mungkin.
“Kami dari Pemerintah Kota Cimahi dan seluruh jajaran bersepakat membuka posko malam ini yang dipusatkan di RSUD Cibabat,” ujarnya.
Posko tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi lonjakan pasien dengan gejala serupa. Jika kapasitas RSUD Cibabat tidak mencukupi, pasien akan dirujuk ke rumah sakit lain di wilayah Kota Cimahi.
“Alhamdulillah, sampai malam ini masih tertangani oleh RSUD Cibabat. Ada sekitar 20-an pasien, sebagian sudah pulang, dan sebagian masih dalam observasi. Kita pantau terus apabila ada tambahan kasus,” katanya.
Adhitia menegaskan, penelusuran penyebab dugaan keracunan dilakukan sesuai prosedur. Seluruh sampel makanan MBG yang dibagikan kepada siswa telah diamankan dan tengah diuji di laboratorium.
Baca Juga:BSI Fest Ramadan 2026 Hadir di 9 Kota Besar, Promo Umrah Hemat sampai Rp4 JutaLewat #TemanAturUang, Kredit Pintar Dorong Ibu Lebih Bijak Pahami Pinjaman dan Kelola Keuangan Sehat
“Yang sifatnya observasi atas penyebab, itu dilakukan sesuai mekanisme. Sampel makanan juga sudah sedang diuji. Apa yang tadi didistribusikan kan di beberapa sekolah sama semua,” ujarnya..
Saat ini, pemerintah daerah masih menunggu hasil uji laboratorium dan memfokuskan perhatian pada penanganan siswa yang menunjukkan gejala keracunan.
“Sedang diuji oleh laboratorium. Kita tunggu hasilnya. Sekarang fokus dulu pada penanganan pasien yang teridentifikasi mengalami gejala keracunan,” lanjutnya.
