Belasan Siswa Cimahi Dirawat Usai Konsumsi MBG, Wakil Wali Kota Pastikan Sampel Makanan Diuji Laboratorium

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira saat Meninjau Korban Keracunan MBG di RSUD Cibabat Kota Cimahi
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira saat Meninjau Korban Keracunan MBG di RSUD Cibabat Kota Cimahi (mong)
0 Komentar

Berdasarkan laporan sementara, jumlah siswa terdampak tersebar di beberapa fasilitas kesehatan. “Laporan masuk siswa terdampak, di Cibabat 20, di Rumah Sakit Mitra Kasih 3, Dustira 1,” kata Adhitia.

Menanggapi distribusi makanan dalam jumlah besar, Adhitia menyebut pemerintah langsung mengambil langkah pencegahan setelah menerima laporan awal.

Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Kota Cimahi segera menginstruksikan sekolah untuk menghentikan konsumsi MBG yang telah dibagikan.

Baca Juga:Ini Pesan H. Cucun Dalam Reses Anggota DPRD Fraksi PKBEmosi Memuncak di GBLA, Andrew Jung Tegaskan Niatnya Redam Situasi Demi Persib

“Alhamdulillah tadi begitu kita sore mendapatkan laporan adanya kejadian diduga keracunan, dari pihak Pemerintah Kota Cimahi, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan, itu langsung menginstruksikan kepada guru-guru agar diinstruksikan makanan tidak dimakan di sore hari,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika masih ada siswa yang mengalami gejala, besar kemungkinan makanan tersebut dikonsumsi sebelum instruksi penghentian diberlakukan.

“Jadi andai kata diduga misalkan sekarang ada yang masuk mempunyai gejala keracunan, itu disebabkan oleh makanan yang dimakan sebelum ketika di-stop. Kita suruh stop instruksi untuk tidak dimakan. Ya kita untuk preventif mencegah supaya tidak terjadi apa-apa yang tidak kita inginkan,” tegas Adhitia.

Terkait jenis sampel makanan yang diuji, Adhitia menyebut seluruh item MBG telah dibawa ke laboratorium.

“Semuanya diuji, mulai dari onigiri, apel, kurma, susu murni, hingga telur rebus,” katanya.

Berdasarkan keterangan keluarga siswa, pola konsumsi makanan bervariasi, baik dari jenis maupun waktu makan.

“Ada yang hanya makan onigiri, ada yang juga minum susu. Waktu konsumsinya pun berbeda-beda, ada yang makan jam 11.00, jam 14.00, jam 15.00, hingga sore hari sebelum instruksi setop diberlakukan,” ujarnya.

Baca Juga:BSI Fest Ramadan 2026 Hadir di 9 Kota Besar, Promo Umrah Hemat sampai Rp4 JutaLewat #TemanAturUang, Kredit Pintar Dorong Ibu Lebih Bijak Pahami Pinjaman dan Kelola Keuangan Sehat

Instruksi resmi penghentian konsumsi MBG, lanjut Adhitia, diberlakukan pada sore hari.

“Kita perintahkan setop sekitar pukul 17.00. Dari jam 16.00 sampai 17.00 sudah diinstruksikan agar makanan MBG yang belum dimakan tidak dikonsumsi,” tegasnya.

Sementara itu, pengelola SPPG yang mendistribusikan makanan tersebut telah dipanggil oleh Pemerintah Kota Cimahi untuk dimintai keterangan.

“Sudah kami panggil dan ditegur. Kami minta penjelasan kenapa kejadian ini bisa terjadi. Selanjutnya, kita serahkan ke hasil laboratorium dan mekanisme pemeriksaan yang berlaku,” pungkas Adhitia. (Mong)

0 Komentar