Namun, di balik keberlanjutan program, Ngatiyana mengakui terdapat tantangan serius, terutama dalam penyediaan dan perbaikan fasilitas olahraga. Keterbatasan anggaran menjadi salah satu hambatan utama.
“Nah, tantangan memang kita di dalam pelaksanaan olahraga, tentunya fasilitas ya, yang masih ada kendala. Satu, Lapangan Sangkuriang, sepak bola,” terangnya.
“Sepak bolanya selesai tetapi pagarnya kita harus perlu renovasi. Inilah kekurangan anggaran yang belum kita selesaikan. Mudah-mudahan nanti ada solusi untuk bagaimana kita mencari anggaran untuk kepentingan olahraga, ya,” lanjut Ngatiyana.
Baca Juga:Ramai Soal Penjualan Hotel Tjimahi, Ini Kata Disbudparpora Kota CimahiWajah Baru Disbudparpora Cimahi, Siap Kembangkan Wisata dan Kebudayaan Lokal
Selain itu, persoalan lahan juga masih membayangi pembangunan fasilitas olahraga di wilayah Cibodas. Ngatiyana menjelaskan bahwa Pemkot Cimahi telah menempuh prosedur sesuai aturan, namun tetap menghadapi kendala pembebasan lahan.
“Yang kedua, mohon bantuan juga kita mengenai lahan Lapangan Krida yang ada di Cibodas, di Kelurahan Utama. Kami sudah siap secara keseluruhannya dan sudah kita bayar, anggaran sudah disiapkan sesuai aturan, prosedur, appraisal, dan sebagainya,” ungkapnya.
Ngatiyana menjelaskan, proses pembebasan lahan tersebut masih menghadapi kendala karena ada satu pihak yang belum bersedia melepas tanahnya lantaran persoalan harga.
Meski demikian, ia menegaskan pemerintah daerah tidak ingin mengambil jalan pintas yang berpotensi menyalahi aturan. Penetapan nilai lahan, kata dia, harus tetap mengacu pada mekanisme appraisal agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
Untuk menghindari potensi pelanggaran hukum, Pemkot Cimahi memilih menyerahkan penyelesaian persoalan tersebut kepada jalur resmi.
“Dan ini kita serahkan dengan Pengadilan Bale Bandung untuk menyelesaikan ini dan kita titipkan anggarannya ada di sana untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di Cibodas, Lapangan Krida. Itu,” tutup Ngatiyana. (Mong)
