Hasil Penelitian Ungkap Fakta Baru, Manfaat Puasa Untuk Kesehatan Mental, Cegah Stres, Anxiety Sampai Depresi

ILUSTRASI puasa bisa mengatasi masalah gangguan mental seperti stres, anxiety dan depresi. (freepik)
ILUSTRASI puasa bisa mengatasi masalah gangguan mental seperti stres, anxiety dan depresi. (freepik)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Islam selalu bisa menjadi solusi bagi berbagai masalah yang terjadi didunia ini, salah satunya adalah masalah kesehatan mental. Berdasarkan beberapa penelitian yang diungkapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), ternyata salah satu ibadah dalam agama Islam yakni puasa yang bisa mengatasi berbagai masalah mental.

Fakta ini disampaikan oleh Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes Imran Pambudi yang menunjukkan bukti beberapa manfaat puasa untuk kesehatan mental.

Dimana saat ini, isu kesehatan mental menjadi perhatian banyak orang, karena tingginya kasus gangguan mental yang sudah menyerang berbagai rentang usia, bahkan kasus bunuh diri juga semakin meningkat.

Baca Juga:Jangan Ngopi Saat Sahur, Atau Kamu akan Alami iniEIGER Adventure Land Dorong Perjalanan Karier Bermakna di IPB Career Days 2026

Imran Pambudi menyebut, para ahli memberikan rekomendasi agar puasa berdampak optimal bagi kesehatan mental.

“Menetapkan tujuan spiritual, berfokus pada mindfulness, menjaga pola hidup sehat, dan berbagi pengalaman dengan komunitas menjadi beberapa cara untuk mendukung kesehatan mental selama puasa,” kata Imran kepada wartawan, Rabu (18/2/2026).

Imran menyebut Ramadan kerap menjadi momen refleksi dan perbaikan diri. Meski gangguan mental seperti kecemasan dan depresi masih tinggi, sejumlah laporan menunjukkan adanya perbaikan selama bulan puasa.

Beberapa penelitian yang mendukung hal ini juga diungkapkan oleh Imran, diantaranya :

1. Penelitian di MAN 2 Kota Cilegon 2019.

Imran menekankan puasa berkontribusi hingga 98,01 persen terhadap peningkatan kesehatan mental siswa. Studi tersebut menyoroti peningkatan pengendalian diri dan regulasi emosi selama puasa.

2. Studi Universitas Sirjan Azad

Dalam studi kasusnya, Universitas Sirjan Azad melaporkan berpuasa membuat banyak orang memiliki kontrol diri lebih kuat sehingga tenang menghadapi tekanan hidup.

“Selama Ramadan, banyak individu melaporkan penurunan gejala stres dan kecemasan berkat praktik puasa dan aktivitas spiritual,” ujarnya.

3. Peneliti Prof Dr Siti Nur Azizah

Baca Juga:Lozy Big Warehouse Sale Vol. 7 Diserbu Ribuan Pengunjung Jelang RamadanBandung Makin Ngebut! Indosat Perkuat 879 Site di Jabar, AIvolusi5G Hadir di Titik Strategis Kota

Hasil penelitian dari Prof Dr Siti Nur Azizah menjelaskan puasa dapat menjadi terapi jiwa karena membantu menjaga hormon kortisol yang berkaitan dengan stres serta meningkatkan produksi endorfin atau hormon kebahagiaan.

4. Penelitian dari National Library of Medicine (2024)

Hasil penelitian ini menunjukkan puasa membantu mengurangi produksi hormon stres seperti kortisol sehingga tubuh dan pikiran lebih rileks.

0 Komentar