JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten Bogor menghentikan sementara pembangunan proyek perumahan Spring Valley milik PT Sentul City Tbk di wilayah Babakan Madang.
Keputusan tegas ini diambil menyusul dugaan keterkaitan proyek tersebut dengan banjir yang sempat melanda kawasan Babakan Madang beberapa waktu lalu.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto, menegaskan penghentian dilakukan hingga proses evaluasi menyeluruh terhadap aspek perizinan dan kondisi teknis lahan selesai dilakukan.
Baca Juga:Lewat #TemanAturUang, Kredit Pintar Dorong Ibu Lebih Bijak Pahami Pinjaman dan Kelola Keuangan SehatMeski Sulit, Tuntaskan di Bandung!
“Proyeknya kita berhentikan sementara sambil menunggu hasil evaluasi, baik dari sisi perizinan maupun aspek teknis kekuatan lahan,” ujar Eko, Selasa (17/2/2026).
Ia menekankan, hasil kajian tersebut akan menjadi penentu kelanjutan proyek. Jika lahan dinyatakan masih layak, pembangunan dapat kembali dilanjutkan. Namun, apabila hasil evaluasi menunjukkan sebaliknya, pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah lebih tegas.
“Kalau nanti hasil evaluasi kekuatan lahannya tidak layak, berarti tidak boleh dilanjutkan. Bahkan bisa kita hentikan untuk selamanya,” tegasnya.
Terkait dugaan proyek menjadi salah satu penyebab banjir, Eko menyebut tim teknis masih melakukan pendalaman. Secara tata ruang, kawasan tersebut memang masuk kategori wilayah perkotaan yang diperuntukkan bagi pembangunan perumahan. Namun, peristiwa banjir menjadi alarm untuk meneliti kembali daya dukung lingkungannya.
“Dengan adanya kejadian kemarin, perlu dilakukan penelitian terkait kekuatan lahan,” ungkapnya.
Eko menjelaskan, saat banjir terjadi, pihak pengembang tengah melakukan pengupasan lahan (cut and fill). Di sisi lain, sistem drainase belum terbangun, sementara hujan deras telah mengguyur kawasan tersebut. Tanah terbuka tanpa saluran air yang memadai diduga menyebabkan material terbawa arus hingga memperparah genangan.
“Karena kemarin salah satu penyebabnya drainase belum dibuat, kemudian saluran di bawah juga posisinya berdekatan. Itulah salah satu penyebab utamanya,” jelasnya.
Baca Juga:Bojan Tak Menyerah! Persib Siap Balas Kekalahan di Leg KeduaStrategi Gubernur Ahmad Luthfi Turut Sukseskan Program Prioritas Presiden
Saat ini, Pemkab Bogor memberi kesempatan kepada pengembang untuk fokus membenahi sistem drainase. Pemerintah memperingatkan tidak boleh ada aktivitas pembangunan lain di luar penataan tersebut. Jika ditemukan pelanggaran, sanksi tegas akan diberlakukan, termasuk kemungkinan pemasangan garis polisi di lokasi proyek.
