JABAR EKSPRES – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung, mengaku pihaknya akan melakukan pemantauan hilal 1 Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa (17/2/2026) besok.
Menurut Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu, pemantauan hilal ini akan dilakukan selama 2 hari hingga tanggal 18 Februari 2026.
“Kami akan sampaikan informasi hilal saat matahari terbenam pada Selasa, 17 Februari 2026 dan Rabu, 18 Febuari 2026 sebagai penentu awal Ramadan tahun ini,” ucapnya, Senin (16/2/2026).
Baca Juga:Bosscha Ungkap Posisi Bulan Negatif, Hilal 17 Februari Dipastikan Tak TampakJelang Ramadan 1447 Hijriah, Harga Sejumlah Komoditas Pangan di Cimahi Naik
Teguh menjelaskan, sebagai institusi pemerintah berdasarkan amanat Undang-undang Nomor 31 tahun 2009 tentang meteorologi, klimatologi, dan geofisika, BMKG memiliki tugas dan fungsi salah satunya memberikan pelayanan data tanda waktu dalam penentuan awal Hijriah.
Maka dari itu, Teguh menyebut dalam pemantauan hilal ini, pihaknya akan menggunakan dengan memanfaatkan teleskop atau teropong terkomputerisasi yang dipadukan dengan teknologi informasi.
“Sehingga saat pengamatan dilaksanakan, kecerlangan cahaya Hilal akan direkam oleh detektor yang dipasang pada teleskop yang secara otomatis mengikuti berubahnya posisi bulan di ufuk Barat. Dan dengan teknologi informasi, data tersebut langsung dikirim ke server di BMKG Pusat, untuk kemudian disimpan dan disebarluaskan secara online,” ungkapanya
Teguh mengungkapkan, pemantauan hilal ini akan dilakukan di Observatorium Albiruni Universitas Islam Bandung (UNISBA), bersama dengan Universitas Islam Bandung, Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, dan Badan Hisab Rukyat Daerah Provinsi Jawa Barat pas Selasa, 17 Februari 2026.
“Kemudian pada 18 Februari 2026, BMKG Stasiun Geofisika Bandung Bersama dengan Tim Observatorium Bosscha akan melaksanakan Rukyat Hilal di Observatorium Bosscha, Kecamatan Lembang, Kabupatem Bandung Barat, bersama dengan UPT BMKG lain,” pungkasnya. (San)
