JABAR EKSPRES – Isu Tokopedia tutup dan akan digantikan sepenuhnya oleh TikTok Shop mendadak ramai diperbincangkan di media sosial.
Kabar tersebut memicu tanda tanya besar di kalangan pengguna dan pelaku UMKM yang selama ini bergantung pada ekosistem Tokopedia.
Informasi ini pertama kali mencuat dari akun X (Twitter) @ecommurz, yang dikenal kerap membagikan bocoran seputar dunia startup dan e-commerce.
Baca Juga:Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar Hingga Pertengahan Februari, Ini Pelanggaran yang Jadi Fokus PolisiSeleksi Guru SMA Garuda Baru 2026 Sudah Dibuka, Berikut Syarat dan Mekanismenya
Dalam unggahannya, akun tersebut menyebut adanya rencana penghentian aplikasi Tokopedia dan pemisahan penuh operasional TikTok Shop ke aplikasi tersendiri.
Words from friends in Tokopedia, they going to kill Tokopedia app and TikTok Shop will have their own separated app,” tulis akun tersebut.
Unggahan itu langsung menyebar luas dan memicu spekulasi mengenai masa depan Tokopedia pasca diakuisisi oleh TikTok.
Respons TikTok soal Kabar Tokopedia Tutup
Menanggapi rumor tersebut, pihak TikTok tidak secara langsung membenarkan maupun membantah isu Tokopedia akan ditutup.
Juru bicara TikTok menegaskan bahwa perusahaan masih berkomitmen untuk berinvestasi di Tokopedia dan Indonesia.
“Kami terus berinvestasi di Tokopedia dan Indonesia sebagai bagian dari strategi kami untuk mendorong pertumbuhan dan inovasi yang berkelanjutan,” ujar juru bicara TikTok, Jumat (30/1).
Pernyataan ini memberi sinyal bahwa Tokopedia masih menjadi bagian penting dari strategi bisnis TikTok di Tanah Air, meski arah pengembangannya belum dijelaskan secara detail.
Baca Juga:Lengkap! Daftar 95 Pinjol Legal Berizin OJK Terbaru Tahun 2026Sederet Keunggulan yang Dibawa Redmi Note 15 Pro+ 5G: Kamera 200MP, Bodi Tahan Banting, dan Baterai Jumbo
Isu Tokopedia tutup mencuat tak lama setelah TikTok mengganti posisi Melissa Siska Juminto dari CEO Tokopedia menjadi komisaris.
Melissa sebelumnya memimpin Tokopedia sejak era pendiriannya oleh William Tanuwijaya, yang kini berada di bawah payung GoTo.
Seperti diketahui, GoTo menjual 75 persen saham Tokopedia kepada ByteDance, induk usaha TikTok, pada Januari 2024. Pasca akuisisi tersebut, Tokopedia juga mengalami penyesuaian organisasi.
Berdasarkan informasi CNBC Indonesia, sekitar 420 karyawan Tokopedia terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga Agustus 2025.
Rinciannya, sebanyak 180 karyawan terdampak pada Juli, disusul 240 karyawan pada Agustus.
Pemangkasan tersebut mencakup berbagai divisi strategis, mulai dari teknologi informasi (IT), layanan pelanggan, hingga tim gudang dan pemenuhan pesanan (fulfillment).
