SDN 035 Soka dan SDN 036 Ujungberung jadi Juara di MilkLife Soccer Challenge Bandung Seri 2 2025 – 2026

Para Champion dan runner-up MilkLife Soccer Challenge Bandung Seri 2 2025 - 2026 KU 10 dan KU 12 merayakan kem
Para Champion dan runner-up MilkLife Soccer Challenge Bandung Seri 2 2025 - 2026 KU 10 dan KU 12 merayakan kemenangan di podium usai pertandingan final, di Lapangan Chandradimuka Pusdikif, Bandung, Minggu (1/2/2026).
0 Komentar

Kapten SDN 035 Soka, Mikhayla Putri Ferdiansyah, mengaku bangga bisa membantu timnya menjadi juara di MLSC Bandung Seri 2 2025 – 2026. Karena ini menjadi gelar juara pertama timnya setelah dua edisi terakhir selalu terganjal lawannya.“Bersyukur bisa juara. Kita pernah mencapai final, tapi hasilnya kurang memuaskan. Jadi sekarang senang bisa menjadi juara. Saya berharap tim bisa berlanjut bermain di KU 12 turnamen seri berikutnya dan semakin kompak,” ucapnya.

Pada MLSC sebelumnya, capaian SDN 035 Soka hanya menjadi runner-up setelah kalah dari SDN 075 Jatayu 0-2 di final. Sedangkan di MLSC Bandung Seri 1 2025 – 2026, SDN 035 Soka kalah di perempat final dari SD Pelita 0-3.

Menanggapi hasil dari gelaran MilkLife Soccer Challenge Bandung Seri 2 2025 – 2026, Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann mengakui jika kualitas setiap peserta atau tim semakin berkembang. Sehingga, suasana kompetitif sepanjang turnamen bergulir kian terasa.

Baca Juga:English 1 Resmi Membuka Center Baru di Bandung SummareconGubernur Ahmad Luthfi Minta Percepat Pemulihan Pascabencana di Pemalang

Menurut Timo, lahirnya juara baru tak lepas dari hasil latihan intensif para pemain, baik itu di sekolah maupun SSB, serta motivasi untuk meraih capaian maksimal dari setiap tim begitu tinggi.“Kita bisa melihat hasil juara ini membuktikan bahwa mereka sudah semakin rutin berlatih, ada rasa tidak ingin kalah dan mendapat hasil lebih baik dari seri sebelumnya,” ujar Timo.

Tak hanya dalam skill individu, menurut Timo para pemain pun sudah mulai lebih paham pada posisi dan penguasaan bola. “Tentu ini menjadi angin segar dari segi iklim kompetisi. Persaingan di setiap seri justru semakin sengit, akhirnya juara pun tidak didominasi oleh satu tim saja,” ujar Timo.

Senada dengan Timo, Asisten Pelatih Timnas Putri Indonesia U-17 tahun 2025, Dian Nadia Mutiara menilai, gelaran MilkLife Soccer Challenge sangat penting untuk pembinaan dan pembibitan pesepakbola putri belia yang dimulai dari KU 8, KU 10, hingga KU 12. Menurutnya, turnamen yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife ini menjadi talent pool calon penggawa timnas putri di masa mendatang. Terlebih, dengan adanya turnamen MLSC bibit-bibit pesepakbola potensial bermunculan.

0 Komentar