JABAR EKSPRES – Greenland menyatakan sikap terbuka terhadap peluang bertambahnya kehadiran militer Denmark di wilayahnya seiring memanasnya situasi geopolitik global serta munculnya ancaman dari Amerika Serikat. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Parlemen Greenland, Bentiaraq Ottosen.
Ottosen menegaskan bahwa pasukan sekutu diterima dengan baik di Greenland. Ia menyebutkan sejumlah negara seperti Prancis, Jerman, Inggris, Swedia, Norwegia, hingga Denmark telah menunjukkan kehadiran mereka. Menurutnya, kondisi global yang kian rumit membuat berbagai negara dari seluruh dunia datang untuk terlibat dalam menjaga stabilitas kawasan.
Maksud saya, mereka disambut di Greenland… Kami memiliki Prancis, kami memiliki Jerman, kami memiliki Inggris Raya, kami memiliki Swedia, Norwegia, Denmark, dan seluruh dunia akan datang karena situasinya sangat sulit,” ujarnya.
Baca Juga:Inggris Bentuk Layanan Polisi Nasional Mirip FBI untuk Tangani Kejahatan BeratLaptop di Bawah Rp10 Juta Terbaik 2026, Cocok untuk Kerja hingga Gaming Ringan
Ia menjelaskan, meningkatnya kehadiran militer negara-negara sekutu berkaitan erat dengan posisi strategis Greenland yang semakin krusial. Pencairan es di wilayah Arktik membuka jalur pelayaran baru, sehingga kawasan tersebut menjadi sorotan penting dari sisi geopolitik dan keamanan.
Dalam konteks ini, Ottosen menilai pemerintah Denmark perlu mempererat hubungan dengan Greenland dan memberikan perhatian lebih besar terhadap isu pertahanan.
Lebih lanjut, Ottosen menekankan bahwa di tengah ketidakpastian dunia dan meningkatnya ketertarikan kekuatan besar terhadap Arktik, Greenland perlu memperkuat persatuan dengan Denmark serta negara-negara sekutu dalam NATO.
Sebelumnya, sejumlah negara NATO di Eropa telah mengerahkan personel militernya ke Greenland untuk ikut serta dalam misi pengawasan yang dipimpin Denmark. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat kehadiran dan kesiapsiagaan militer di kawasan Arktik.*
