Menurutnya, pembangunan ruang publik tersebut bukan sekadar pelengkap, melainkan strategi untuk menggerakkan interaksi sosial dan aktivitas ekonomi di kawasan sekitar. Soreang pun diharapkan bertransformasi dari sekadar wilayah lintasan menjadi pusat pertumbuhan baru di Bandung Selatan.
Didukung konektivitas yang semakin baik melalui infrastruktur jalan tol, potensi investasi di Soreang dinilai kian menjanjikan. WG Land, kata Ronny, telah mengantisipasi peluang tersebut dengan menyiapkan cadangan lahan yang cukup besar untuk pengembangan jangka panjang.
“Sebetulnya Soreang ini kan jadi hubnya kalau kita mau wisata kemana-mana. Tapi sayangnya orang cuma laluin aja soreang itu. Padahal Soreang menjadi potensi bisnis, potensi investasi properti yang menjanjikan. Dan untuk proyek itu, kita memang sudah punya tabungan lahannya cukup besar,” ungkapnya.
Baca Juga:Sampai Tanggal Berapa Pembuatan Akun SNPMB 2026? Cek Infonya Sekarang!5 Rekomendasi Motor Listrik Tahan Banjir di Bawah Rp20 Juta, Aman untuk Musim Hujan Harian!
Ronny juga menegaskan bahwa aspek legalitas menjadi prioritas utama dalam pengembangan Kuta Amerta, mengingat lokasinya yang berdekatan dengan pusat pemerintahan daerah.
“Coba bayangkannya secara logika, gak mungkin dengan aturan pemerintah yang itu, bahkan lahan huniannya langsung di depan Pemda, kan gak mungkin tidak mengutamakan legalitas, pasti semuanya kita sudah super safe, semuanya sudah disiapin,” ujarnya.
Keberhasilan strategi tersebut tercermin dari proyek Kaliandra Garden Villa yang menjadi tolak ukur respons pasar. Seluruh unit yang ditawarkan berhasil terjual dalam waktu relatif singkat dan telah rampung secara administrasi.
“Contoh, kita sudah tes market lewat Kaliandra Garden Villa. Kita tes market, itu kurang lebih 27 unit dalam waktu satu tahun semuanya sold out dan sudah AJB semuanya. Terkejut juga karena harusnya Kaliandra ini kita siapin buat tahun ini. Tapi di 2024 sudah habis, jadi kita kehabisan stok dagang sekarang,” ungkap Ronny.
Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa di tengah dinamika kebijakan, konsumen tetap menempatkan kepastian hukum dan kredibilitas pengembang sebagai faktor utama. Soreang pun kian mengukuhkan diri sebagai alternatif hunian yang nyaman di tengah kepadatan Kota Bandung.
“Dan itu satu prestasi yang membanggakan karena Soreang menjadi salah satu pusat pengembangan properti dan alternatif hunian di tengah hiruk pikuk kota Bandung saat ini,” ujarnya.
