Temu Rasa: Tradisi Makan Tengah yang Mengikat Cerita
Jantung pengalaman bersantap di Merambah Rasa hadir lewat konsep “Temu Rasa”, dengan mengusung tradisi makan tengah, Merambah Rasa ingin mengembalikan esensi meja makan sebagai ruang pertemuan antara manusia, rasa, dan cerita.
Salah satu menu andalan yang mencuri perhatian adalah Tongseng Emprit khas Bantul. Dimasak dengan teknik tongseng tradisional, hidangan ini menghadirkan aroma rempah dan asap yang kuat, berpadu dengan rasa gurih, manis, dan sentuhan pedas dari tomat serta cabai rawit.
“Tongseng Emprit ini kami temukan bukan hanya sebagai makanan, tapi sebagai pengalaman. Ada cerita peternaknya, ada suasana warungnya, dan semua itu ingin kami hadirkan kembali di meja makan,” kata Sandy Mochamad Taufik.
Jamuan Rasa Nusantara: Pulang dari Perjalanan Panjang
Baca Juga:Wall’s Gandeng Kartika Sari Hadirkan Es Krim Brownies Edisi Terbatas, Siap Temani Ramadan 2026Sambut 2026 dengan Hangat! Hotel Kimaya Slipi Jakarta Hadirkan New Year’s Eve Celebration Family Fun Night
Perjalanan Merambah Rasa bukan perjalanan singkat. Tim penjelajahnya telah menelusuri 10 kota di Indonesia mulai dari Bandung, Tegal, Semarang, Yogyakarta, Bantul, Klaten, Sukoharjo, Surabaya, Lombok, hingga Mataram, serta mendatangi lebih dari 20 tempat makan legendaris.
Setiap persinggahan bukan hanya soal mencicipi, tetapi juga mendengarkan cerita para penjaga rasa: tentang proses memasak, bahan lokal, hingga filosofi di balik satu piring hidangan.
“Kami belajar bahwa rasa adalah warisan yang paling jujur. Ia diwariskan lewat tangan, lewat kebiasaan, dan lewat meja makan. Merambah Rasa ingin menjadi perantara agar warisan itu terus sampai ke generasi berikutnya,” bebernya.
Pada akhirnya, Merambah Rasa bukan sekadar tentang apa yang tersaji di piring, melainkan tentang perjalanan, perjumpaan, dan cerita yang menyertainya. Di setiap meja, rasa menjadi jembatan untuk pulang ke ingatan, ke kebersamaan, dan ke kekayaan kuliner Nusantara.
