JABAR EKSPRES – Aroma lilin dan aktivitas pekerja mewarnai Vihara Dharma Ramsi, Kota Bandung, menjelang perayaan Tahun Baru Imlek. Sejumlah pekerja tampak menempelkan tulisan pada lilin-lilin berukuran besar yang diproduksi khusus untuk keperluan ibadah.
Persiapan ini dilakukan untuk menyambut Imlek yang jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026. Pantauan Jabar Ekspres di lokasi, proses produksi lilin dilakukan di area vihara dengan ritme yang teratur.
Lilin-lilin tersebut nantinya akan ditempatkan di altar sebagai bagian dari rangkaian ritual Imlek. Partisipasi Vihara Dharma Ramsi, Kwok Soetjie, yang akrab disapa Asoey, mengatakan perayaan Imlek merupakan tradisi yang telah berlangsung sejak lama.
Baca Juga:DPRD KBB Fraksi PDI Perjuangan Kawal MBG Agar Berkualitas dan Tepat SasaranKritik PJU Berujung 'Undangan Klarifikasi', Warga Jabar Pertanyakan Ruang Aman Bersuara
“Imlek ini udah tradisi dari dulu ya, republik of china. Nanti itu, kan, bunga rontok. Sebentar lagi setelah lilin beres, lalu seluruh altar dibersihkan,” kata Asoe kepada Jabar Ekspres di Vihara Dharma Ramsi, Kota Bandung, Kamis (22/1).
Dia menyampaikan harapan menjelang pergantian tahun. “Kalau pesan dari kami umat Konghucu Budha, semoga kita sukses lancar. Negara Indonesia damai sentosa. Rukun. Apalagi sedang susah ekonomi seperti ini,” ujarnya.
Menurut Asoey, jumlah lilin yang diproduksi disesuaikan dengan pesanan umat. Namun, kondisi ekonomi turut memengaruhi.
“Total lilin sebagaimana pesanan. Tapi tahun ini mungkin ada kekurangan karena dampak ekonomi. Kita harus banyak bersyukur saja. Zaman ekonomi beda,” tuturnya.
Perayaan tahun ini, kata Asoey, merupakan Tahun Imlek 2557. Dalam siklus astrologi Tiongkok yang berputar setiap 60 tahun, tahun 2026 menandai kembalinya tahun Kuda Api.
“Yang penting kasih sehat. Kalau banyak uang, kalau gak sehat, enggak ada apa-apanya. Kebaikan itu amal ibadah,” katanya.
