Ketiga korban masing-masing bernama Jaka (32), Edi (34), dan Isep Septiana (26). Mereka ditemukan meninggal dunia di dalam lubang tambang dengan kedalaman sekitar 500 meter dari permukaan tanah.
Agustinus menjelaskan, proses evakuasi berlangsung sangat berat dan berisiko tinggi. Lokasi berada di medan ekstrem yang sulit dijangkau dan membahayakan keselamatan tim penyelamat.
“Dalam proses evakuasi, salah satu anggota tim sempat tertimpa longsoran batu hingga mengalami luka di bagian bahu. Karena itu setiap langkah dilakukan dengan sangat hati-hati demi keselamatan petugas,” ungkapnya.
Baca Juga:Kritik PJU Berujung 'Undangan Klarifikasi', Warga Jabar Pertanyakan Ruang Aman BersuaraPersib Hampir Full Team, Maung Bandung Siap Menggila di El Clasico Indonesia
Selain medan terjal, tim juga menghadapi kendala berupa tembok pengaman yang sebelumnya dibangun PT Antam untuk mencegah aktivitas penambangan ilegal.
Meski demikian, proses evakuasi tetap dilakukan secara maksimal dengan mengutamakan keselamatan petugas.
PT Antam menyatakan hingga kini belum dapat memastikan apakah masih terdapat korban lain di dalam lubang tambang ilegal tersebut. Koordinasi dengan aparat dan pihak terkait terus dilakukan untuk pendalaman lebih lanjut.
“Kami baru menemukan tiga korban. Informasi mengenai kemungkinan korban lain masih kami dalami bersama pihak berwenang,” jelasnya.
Sementara itu, kepulan asap di lokasi kejadian dilaporkan mulai berkurang. Namun, kadar gas berbahaya seperti karbon monoksida masih terdeteksi dan sebagian berada di atas ambang batas aman.
“Penanganan akan terus dilakukan hingga dinyatakan selesai oleh pihak berwenang,” tegasnya.
Terkait penyebab munculnya kepulan asap, PT Antam menyatakan masih menunggu hasil investigasi resmi dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat berwenang.
Baca Juga:Bukan Sekadar Tiga Poin, Marc Klok Tegaskan Duel Persib vs Persija Soal Harga Diri KotaDi Bawah Kepemimpinan Prabowo, Mentan Amran Antar Indonesia Capai Swasembada Pangan 2025
“Kami menunggu hasil penelusuran yang komprehensif agar informasi yang disampaikan ke publik tetap akurat dan bertanggung jawab,” katanya.
PT Antam menegaskan komitmennya untuk terus memperketat pengamanan di seluruh wilayah operasional guna mencegah aktivitas penambangan ilegal, dengan tetap mengedepankan aspek kemanusiaan dan keselamatan.
“Kami akan terus meningkatkan pengamanan dan menangani kejadian ini secara profesional, humanis, serta mengutamakan keselamatan,” pungkasnya.
