JABAR EKSPRES – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan dasar Indonesia. Enam siswa SD Islam Al-Azhar BSD@Cileungsi berhasil meraih medali emas dan Special Award for Outstanding Research dalam ajang Global Youth Invention and Innovation Fair (GYIIF) 2026.
Acara yang digelar oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) itu berlangsung di IPB University.
Capaian ini menegaskan bahwa kemampuan berpikir ilmiah, inovasi, dan riset dapat berkembang kuat sejak usia sekolah dasar, bahkan mampu bersaing di level internasional.
Baca Juga:Kolaborasi! UNINUS dan IDIP RI Gelar Webinar Internasional PendidikanWali Kota Dedie Tekankan Pembuangan Puing Pembongkaran Pasar dan Plaza Bogor Harus Rapi dan Tertib
Tim peneliti cilik tersebut diketuai oleh Arkana Kenzie Akbar (6A) dengan anggota M. Hamizan Alamrie (6A), Ghanimi Hafidz Kurnia (5B), Kimiko Almahyra Wayhudi (5C), Naura Hasna Darmawan (6C), dan Qotrunnada Lovta D. (6C).
Mereka sukses mempresentasikan hasil penemuan inovatif yang mendapat apresiasi tinggi dari dewan juri.
Kepala SD Islam Al-Azhar BSD@Cileungsi, Neny Namirah, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian tersebut.
Ia menilai prestasi ini bukan sekadar kemenangan, tetapi bukti keberhasilan proses pendidikan yang menanamkan budaya berpikir kritis dan ilmiah sejak dini.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa anak-anak mampu berinovasi dan berpikir ilmiah jika diberi ruang dan pendampingan yang tepat. Ini hasil kerja keras siswa, guru, dan dukungan orang tua,” ujar Neny, Minggu (18/1).
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Muslim Bumi Serpong Damai serta para orang tua yang telah mendukung penuh proses persiapan hingga kompetisi.
Menurut Neny, keberhasilan di ajang GYIIF 2026 diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh warga sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan melahirkan lebih banyak generasi berprestasi.
Baca Juga:Komitmen Bangun Zona Integritas, Kanwil Kemenkum Jabar Tandatangani Perjanjian Kinerja dan Pakta Integritas Rekomendasi 6 Minuman, Jaga Gula Darah Tetap Stabil
“Semoga capaian ini menjadi motivasi bersama untuk terus berkembang dan berani menargetkan prestasi terbaik,” katanya.
Ajang GYIIF sendiri tidak hanya menguji kreativitas dan kemampuan sains peserta, tetapi juga melatih kerja sama tim, ketekunan, keberanian, serta kemampuan komunikasi di hadapan publik.
Hal tersebut dirasakan langsung oleh orang tua peserta. Suci Mulyani Azzahra, ibunda dari Ghanimi Hafidz Kurnia, menyebut kompetisi ini sebagai pengalaman berharga bagi perkembangan karakter anak.
