JABAR EKSPRES – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) prediksi cuaca berdasarkan analisa dinamika atmosfer. Analisis streamline menunjukkan dominasi angin baratan (Monsun Asia) di wilayah Jawa Barat termasuk Bandung Raya.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu mengatakan, wilayah Jawa Barat masih terdapat pengaruh lokal yang mendukung potensi pertumbuhan awan konvektif.
“Yakni kelembapan udara yang lembap pada lapisan 850 mb (milibar) dan 700 mb wilayah Bandung Raya yaitu 50 sampai 90 persen,” katanya kepada Jabar Ekspres, Rabu (14/1/2026).
Baca Juga:Bandung Dingin Bikin Menggigil Akhir-akhir Ini, BMKG Ungkap PenyebabHujan Lebat Mengintai Bogor, BMKG Tetapkan Status Waspada
Analisis suhu minimum dan maksimum saat ini berada di antara 19 hingga 20 derajat selsius. Suhu maksimum di Bandung Raya berada di 30.0 hingga 32 derajat selsius.
“Berdasarkan data di BMKG Bandung, tercatat bahwa suhu udara minimum terendah, yaitu di 4 dan 8 Januari 2026 sebesar 20.2 derajat selsius,” ucap Rahayu.
“Suhu maksimum tertinggi tgl 4 Januari 2025 yaitu 31.4 derajat selsius,” tambahnya.
Rahayu atau akrab disapa Ayu menerangkan, penyebab suhu dingin di Bandung Raya beberapa hari terakhir, karena tutupan awan yang banyak.
“Panas yang dilepaskan setelah hujan dan adanya konvergensi dan belokan angin yang berpengaruh terhadap kecepatan angin di wilayah Bandung menjadi lebih kencang sampai dengan 20 kilometer per jam,” terangnya.
Ayu mengungkapkan, berdasarkan prediksi kondisi global, regional, dan probabilistik model, diprakirakan pada satu pekan ke depan umumnya cuaca berpotensi hujan.
“Potensi cuaca dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang antara siang sore dan malam hari,” ungkapnya.
Ayu mengimbau, agar masyarakat dapat lebih waspada, karena dalam beberapa hari ke depan sejumlah wilayah di Jawa Barat diperkirakan akan mengalami peningkatan intensitas hujan.
Baca Juga:Potensi Cuaca Ekstrem Masih Mengancam Bandung, BMKG Catat 58 Ribu Sambaran Petir di Awal 2026Â BMKG Ungkap Penyebab Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Masih Berpotensi Terjadi di Jabar
“Masyarakat diharapkan dapat mengambil langkah antisipatif agar aktifitas harian tetap berlangsung aman dan lancar,” imbuhnya. “Untuk keamanan dan kenyamanan sebelum melakukan kegiatan wisata dan sebelum beraktifitas di luar ruangan silahkan mengecek informasi cuaca dari BMKG secara berkala,” pungkas Ayu. (Bas)
