Di sisi lain, Pengelola Wisata Bukit Baros, Jajang Agustiana, menjelaskan bahwa destinasi ini berdiri sejak tahun 2020 atas swadaya masyarakat setempat.
“Bukit Baros berdiri dari hasil swadaya masyarakat yang bekerja sama dengan karang taruna dan dikelola bersama warga Dusun Baros, didampingi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Pada tahun 2025, kami juga mulai berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Ciomas,” jelas Jajang.
Mengenai tiket masuk, Jajang menyebutkan bahwa pengelola menerapkan dua skema harga.
Baca Juga:Lapas Banjar Darurat Dokter, Pemkot Siapkan Bantuan SementaraPemkab Bogor Wacanakan Ruislag Aset dengan Pemprov Jabar
“Untuk kunjungan biasa dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore, tiketnya Rp5.000 per orang. Sedangkan untuk camping dari jam 12 siang sampai jam 12 siang keesokan harinya, tiketnya Rp10.000 per orang,” katanya. Bagi pengunjung yang tidak membawa perlengkapan, pengelola juga menyediakan berbagai perlengkapan kemah yang bisa disewa. Mulai dari tenda, alat masak, matras, hingga sleeping bag tersedia dengan harga terjangkau.
“Harga sewa tenda Rp60.000 dengan kapasitas empat orang, sudah termasuk lapak serta bongkar pasang,” ujar Jajang menambahkan. Dari segi fasilitas, Bukit Baros terus melakukan pembenahan. Saat ini kawasan tersebut telah dilengkapi dengan gazebo, area parkir yang luas, toilet umum, musala, area bermain anak, serta sejumlah spot swafoto yang menarik.
“Untuk pengunjung, saat ini mayoritas masih dari wilayah Jawa Barat, meski sebelumnya sudah ada juga yang datang dari Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Banten,” ungkapnya. (CEP)
