JABAR EKSPRES – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung pada 2025 melampaui Rp3 triliun, didorong kenaikan signifikan dari sektor pajak jasa dan kendaraan bermotor. Realisasi tersebut lebih tinggi dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Bandung Gun Gun Sumaryana mengatakan, hingga akhir 2025 PAD tercatat mencapai Rp3,05 triliun. Kontributor terbesar berasal dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta pajak kendaraan bermotor.
“Di tahun 2025, realisasi PAD kita mencapai tiga triliun lima puluh miliar. Kontributor terbesarnya berasal dari PBB, BPHTB, dan pajak kendaraan bermotor. Selain itu, pajak restoran dan hotel juga memberikan kontribusi yang cukup besar,” ujar Gun Gun, Kamis (8/1).
Baca Juga:Lapas Banjar Darurat Dokter, Pemkot Siapkan Bantuan SementaraPemkab Bogor Wacanakan Ruislag Aset dengan Pemprov Jabar
Menurut Gun Gun, membaiknya aktivitas ekonomi sepanjang 2025 ikut memengaruhi peningkatan pendapatan daerah. Berbagai kegiatan berskala besar yang digelar Pemerintah Kota Bandung berdampak langsung terhadap sektor jasa, terutama restoran, hotel, dan hiburan.
Sepanjang 2025, Kota Bandung menjadi tuan rumah sejumlah agenda besar, antara lain Pocari Sweat Run, Asia Africa Festival, perayaan Hari Jadi Kota Bandung ke-215, hingga libur Natal dan Tahun Baru.
Pada periode Nataru, tingkat okupansi sejumlah hotel di pusat kota dilaporkan mencapai 100 persen, sementara kawasan penyangga mencatat hunian di atas 60 persen.
“Pemkot Bandung berfokus pada acara-acara besar di Kota Bandung, yang memberi dampak signifikan terhadap daya tarik wisatawan. Pak Wali Kota juga berfokus pada hal tersebut,” kata Gun Gun.
Secara rinci, realisasi pajak restoran pada 2025 mencapai Rp434 miliar, naik dari Rp398 miliar pada 2024. Pajak hiburan juga meningkat dari Rp67 miliar menjadi Rp78 miliar. Selain itu, pelimpahan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dari pemerintah provinsi turut memperkuat struktur PAD.
Realisasi PKB tercatat sekitar Rp578 miliar, sementara BBNKB mencapai sekitar Rp199 miliar sepanjang 2025.
Dengan capaian tersebut, Pemerintah Kota Bandung menargetkan PAD 2026 sebesar Rp3,6 triliun. PBB dan BPHTB masing-masing ditargetkan Rp700 miliar, sementara PKB dan BBNKB secara gabungan ditargetkan sekitar Rp800 miliar.
