JABAR EKSPRES – Kopi bukan sekedar minuman yang memiliki banyak cerita di balik aroma pekatnya, termasuk Waroeng Bandrek Kopi (Bako) milik Yudi Purnama.
Kedai itu berada di Jalan Pertamina, Cipadung Wetan, Panyileukan Bandung, kedainya memang belum begitu besar, namun tertata cukup estetis.
Yudi menata kedainya sermenarik mungkin, agar ramah bagi pengunjung yang sekedar ngopi sesaat untuk melepas penat atau ngopi sambli ngobrolin kerjaan hingga dunia perpolitikan.
Baca Juga:Sistem Distribusi Siap Sejak Awal Tahun 2026, Petani Langsung Tebus Pupuk SubsidiCetat Rekor Tertinggi, Penyaluran Dana FLPP Capai 278.868 Rumah
Yang paling mencolok adalah penataan aneka biji kopi original yang sengaja dipajang di depan bar, sehingga menjadikan kedai tersebut semakin autentik.
Yudi menceritakan, ia mengawali bisnis kopi pada 2015.
“Dulu kedai kami ini masih di Manisi, Cibiru,” katanya, Minggu (4/1).
Bagi Yudi, meracik kopi adalah hal baru karena ia juga tidak pernah membayangkan untuk melakoni bisnis dalam dunia perkopian.
Namun cinta berkata lain, sang istri cukup memberikan dorongan agar ia mau membuka kedai kopi.
“Istri yang punya mimpi punya kedai kopi, akhirnya saya pun memulai demi cinta,” cetusnya.
Yudi belajar secara otodidak, mulai dari cara meroasting kopi, meracik, bahkan sampai cara menanam kopi unggulan.
Perlahan tapi pasti, tangan Yudi makin terampil. Kini kopi dengan aneka varian rasa berhasil memikat pengunjung kedai. Bahkan, Yudi sampai memiliki kebun sendiri untuk suplay biji kopi.
Baca Juga:Wujudkan Kehadiran Negara, BSI Dukung Danantara Bangun Hunian Layak untuk Percepat Pemulihan Warga AcehMelayani dengan Hati, ESG PNM Tumbuh Bersama Ibu-Ibu Pelaku Usaha Lokal
Kopi-kopi itu ditanam sendiri, Ada berbagai varietas unggulan seperti Yellow Katura, Ateng Super, Tipika, hingga Abyssinia.
Selepas panen, aneka kopi dibawa ke kedainya. Lalu diproses mandiri dengan berbagai kreasi, mulai dari racikan honey process dengan varian yellow, red, black, hingga racikan khas Golden Honey.
“Kalau yang paling khas itu di Golden Honey, ini original milik kami, Masih belum banyak yang tau,” katanya.
Yudi membuka kedainya dari Senin-Minggu, Senin-Kamis buka dari 10.00-02.00. Sedangkan Jumat-Minggu buka 24 jam.
Kopi racikan Yudi juga ramah dikantong, mulai dari kopi tubruk Rp 15 ribu hingga menyesuaikan kualitas biji kopi dan proses.
Yudi ingin terus mengembangkan bisnisnya yaitu mengembangkan kedai di beberbagai titik, hingga mengenalkan kopi racikan khas yang mewarnai lidah masyarakat.(son)
