Cetat Rekor Tertinggi, Penyaluran Dana FLPP Capai 278.868 Rumah 

Cetat Rekor Tertinggi, Penyaluran Dana FLPP Capai 278.868 Rumah 
Ilustrasi perumahan subsidi sebagai program pemerintah. (Foto: ANTARA)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kembali mencatatkan tonggak penting pada 2025.

Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) melaporkan penyaluran rumah subsidi mencapai 278.868 unit, menjadi realisasi tertinggi sepanjang sejarah sejak program ini berjalan pada 2010.

“Penyaluran dana FLPP tahun 2025 ditutup di level tertinggi sepanjang di angka 278.868 unit senilai Rp34,64 triliun dari 40 bank penyalur pada 22 Asosiasi Perumahan yang tersebar di 13.249 perumahan yang dikelola oleh 8.113 pengembang pada 33 provinsi dan 401 kabupaten/kota,” ujar Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho dikutip dari ANTARA, Jumat (2/1/2026).

Baca Juga:Wujudkan Kehadiran Negara, BSI Dukung Danantara Bangun Hunian Layak untuk Percepat Pemulihan Warga AcehMelayani dengan Hati, ESG PNM Tumbuh Bersama Ibu-Ibu Pelaku Usaha Lokal

Dari sisi penerima manfaat, mayoritas rumah subsidi FLPP masih dinikmati oleh pekerja swasta dengan total 205.311 unit atau 73,63 persen. Selanjutnya, wiraswasta memperoleh 39.218 unit (14,06 persen), PNS sebanyak 20.814 unit (7,46 persen), serta TNI/Polri sebanyak 5.409 unit (1,94 persen), lainnya 8.083 unit rumah (2,90 persen).

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, hampir seluruh segmen penerima FLPP dari pekerja swasta mengalami peningkatan sebesar 31,3 persen, wiraswasta mencapai peningkatan hingga 58,7 persen, PNS lebih tinggi pertumbuhan hingga 145,7 persen, TNI/Polri mengalami peningkatan hingga 36,9 persen.

Secara wilayah, Jawa Barat masih menjadi provinsi dengan penyaluran FLPP terbesar, mencapai 62.591 unit rumah atau 22,44 persen dari total nasional.

Posisi berikutnya ditempati Jawa Tengah (24.470 unit/8,77 persen), Sulawesi Selatan (23.255 unit/8,34 persen), Banten (18.966 unit/6,80 persen) dan Jawa Timur (18.361 unit/6,58 persen).

Di tingkat kabupaten/kota, Kabupaten Bekasi menjadi daerah dengan realisasi tertinggi, yakni 14.702 unit rumah/19 persen, diikuti Kabupaten Bogor (10.195 unit rumah/13 persen) dan Kabupaten Tangerang (8.246 unit rumah/11 persen), Kabupaten Karawang (7.097 unit rumah/9 persen).

Sejumlah daerah di luar Pulau Jawa seperti Kota Kendari (6.895 unit rumah/9 persen), Kabupaten Maros (6.233 unit rumah/8 persen), Kota Palembang (6.198 unit rumah/8 persen), Kabupaten Deli Serdang (5.992 unit rumah/8 persen), Kabupaten Kubu Raya (5.246 unit rumah/7 persen) dan Kabupaten Gowa (5.242 unit rumah/7 persen).

Sementara Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan realisasi penyaluran dana FLPP mencapai 79,68 persen dari target yang ditetapkan pemerintah sebesar 350 ribu unit rumah.

Baca Juga:Percepat Penyaluran, Purbaya Gelontorkan Rp268 Miliar untuk 3 Provinsi di Sumatra Terdampak BencanaPeluang UMKM Meluas, Sabun Batangan Indonesia Diborong Pengusaha Asal Taiwan Senilai Rp4 Miliar 

“Walaupun tidak sampai ke titik 350 ribu unit, namun pencapaian tahun ini adalah yang tertinggi sepanjang sejarah penyaluran dana FLPP sejak 2010. Dengan komposisi 99,99 persen atau 278.865 unit merupakan rumah tapak dan sisanya 0,001 persen (tiga unit) rumah susun,” ujar Heru.

0 Komentar