Viral dan Instagramable, Ini Fakta di Balik Candied Salmon yang Perlu Diwaspadai!

Candied Salmon
Ilustrasi Candied Salmon (SUMBER FOTO: Instagram/tasyiiathasyia)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Candied salmon merupakan salah satu tren kuliner yang viral di TikTok dan Instagram. Memiliki tampilan yang menggoda dengan warna cokelat keemasan yang mengilap, tekstur kenyal menyerupai permen atau dendeng, serta efek glossy yang muncul saat disentuh atau dipotong membuatnya sangat cocok untuk konten video pendek serta berbeda dari olahan salmon pada umumnya.

Dalam beberapa video singkat, potongan salmon tampak berkilau dengan lapisan gula atau sirup maple, menghasilkan visual karamel yang memanjakan mata, membuatnya populer dan banyak yang berusaha mencbanya.

Banyak kreator makanan internasional mempopulerkan candied salmon sebagai camilan unik dengan perpaduan rasa manis, gurih, dan smokey. Namun, apakah candied salmon aman untuk dikonsumsi?

Baca Juga:9 Lokasi untuk Menyaksikan Kembang Api Tahun Baru di Bandung, Favorit Warga hingga WisatawanRekomendasi Tempat Kuliner di Majalengka yang Wajib Dikunjungi saat Liburan

Mudah Ditiru, Tapi Tidak Selalu Aman

Tren ini cepat menyebar karena proses pembuatannya terlihat sederhana di media sosial. Banyak tutorial menunjukkan cara merendam salmon mentah dengan campuran garam, gula merah, dan sirup maple, lalu mengeringkannya atau mengasapnya secara ringan.

Selain itu, dalam video berdurasi singkat, proses ini tampak mudah dan bisa dilakukan di rumah tanpa peralatan khusus.

Namun di balik kemudahan tersebut, terdapat risiko yang sering tidak disadari. Sayangnya, tidak semua konten kreator menyertakan informasi keamanan pangan yang memadai, sehingga banyak orang meniru tanpa memahami potensi bahayanya.

Diketahui bahwa proses pembuatan candied salmon ternyata tidak sesederhana di video, melainkan memerlukan beberapa proses yang panjang.

Asal Usul dan Adaptasi Lokal

Olahan ini berakar dari tradisi suku asli Amerika, seperti suku Wiyot, yang mengawetkan salmon dengan sirup maple dan proses pengasapan. Metode tersebut awalnya bertujuan untuk memperpanjang masa simpan ikan sekaligus memberi cita rasa khas.

Di Indonesia, candied salmon diadaptasi sebagai makanan premium dengan sentuhan modern. Produk ini dijual dengan harga berkisar Rp150.000 hingga Rp250.000 per 200 gram, menyasar konsumen yang mencari pengalaman rasa baru.

Kombinasi ikan premium dengan rasa manis yang tidak biasa membuat candied salmon tampak “Instagramable” dan dianggap layak dicoba oleh pencinta kuliner.

Risiko Kesehatan yang Perlu Diperhatikan

0 Komentar