Lewat Gerakan Ambil Rapor, Ayah Diajak Bangun Ikatan dengan Anak Sejak Dini

ilustrasi Gerakan Ayah Mengambil Raport ke Sekolah . NET
ilustrasi Gerakan Ayah Mengambil Raport ke Sekolah . NET
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, mengimbau seluruh warga Kota Cimahi, khususnya para ayah yang memiliki anak usia sekolah, untuk terlibat aktif dalam dunia pendidikan dengan hadir langsung ke sekolah saat pengambilan rapor. Imbauan ini dinilai penting sebagai bentuk nyata kehadiran dan dukungan ayah terhadap proses belajar serta tumbuh kembang anak.

Ngatiyana menegaskan, peran ayah tidak boleh hanya terbatas pada pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga harus hadir secara emosional dan sosial, termasuk dalam urusan pendidikan anak.

“Pada kesempatan ini, saya mengimbau kepada seluruh ayah yang memiliki anak-anak usia sekolah untuk dapat mengambil rapor anaknya dan menyukseskan Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR),” ujar Ngatiyana, Rabu (24/12/2025).

Baca Juga:Gelar CSR di Cimanggung, PT MBK Ventura Ajak Kelola Keuangan dan Peduli Lingkungan Cegah Radikalisme Melalui Pendekatan Kewirausahaan, Densus 88 Gelar Pelatihan Barista bagi Eks Napiter di Jawa

Ia menjelaskan, Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR) merupakan program nasional yang diinisiasi oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Program ini tertuang dalam Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 14 Tahun 2025 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah.

Menurut Ngatiyana, kebijakan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kembali peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak, yang selama ini masih kerap didominasi oleh peran ibu. Padahal, keterlibatan ayah memiliki dampak besar terhadap pembentukan karakter, kedisiplinan, serta kepercayaan diri anak.

Gerakan GEMAR sendiri bertujuan mendorong kehadiran ayah sebagai figur yang aktif dan peduli dalam proses pendidikan anak. Tidak sekadar hadir secara fisik di sekolah, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi antara sekolah, orang tua, dan anak.

“Melalui pelibatan ayah di ranah pendidikan, diharapkan ini dapat menjadi simbol kehadiran ayah di sekolah, sekaligus menjembatani penguatan peran ayah dalam pengasuhan serta membangun komunikasi yang lebih baik antara orang tua dan anak,” ungkapnya.

Ngatiyana berharap, melalui gerakan ini akan tumbuh kesadaran kolektif bahwa pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama, baik ayah maupun ibu.

Pemkot Cimahi, lanjutnya, mendorong seluruh satuan pendidikan untuk mendukung dan menyukseskan program GEMAR, sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan keluarga dan menciptakan generasi muda Cimahi yang berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing.

0 Komentar