JABAR EKSPRES – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) resmi menjalin kerja sama strategis, salah satunya melalui pengembangan benih padi unggul berproduktivitas tinggi.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Kepala BRIN Arif Satria dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Gedung Pakuan, Rabu (24/12/2025).
“Ini Provinsi yang pertama yang kami kunjungi untuk mengembangkan nanti ke depan adalah Rumah Inovasi Daerah,” jelas Arif Satria.
Baca Juga:Ridwan Kamil Sampaikan Permohonan Maaf, Akui Kesalahan dalam Pernikahan 29 TahunTersirat! Federico Barba Memang Tinggalkan Persib, Begini Katanya!
Arif melanjutkan, Rumah Inovasi Daerah itu nantinya sebagai pusat pengembangan riset dan inovasi. Harapannya dengan itu bisa mengakselerasi pembangunan ekonomi, pembangunan sosial maupun pengelolaan lingkungan hidup.
“Pak Gubernur ini memiliki visi yang jauh ke depan bagaimana terkait sustainability. Bencana perlu dimitigasi. Karena ongkos yang dikeluarkan untuk memitigasi itu lebih rendah dari pada ongkos untuk mengatasi bencana,” tuturnya.
Menurut Arif, Gubernur Dedi Mulyadi juga punya keselarasan semangat dalam pembangunan, mulai dari masalah sosial, perikanan hingga soal lingkungan.
Arif menjabarka, salah satu kolaborasi yang dibangun itu bentuknya adalah pengembangan varietas benih padi unggul.
“Ada sejumlah varietas BRIN yang unggul varietas padi, dan itu akan kami coba kembangkan demplotnya dan Pemerintah Provinsi siap untuk mengembangkan perbenihannya,” kata dia.
Nantinya, lanjut Arif, varietas yang dimaksud juga bisa berkembang lagi. Misalnya varietas-varietas yang juga telah dikembangkan kampus.
“Yang penting harus sama-sama untuk meningkatkan produktivitas pangan yang ada di Jawa Barat ini, tapi dengan prinsip-prinsip menjaga lingkungan dengan baik,” cetusnya.
Baca Juga:Federico Barba Not For Sale: 'Ambil Julio Aja, Dibonusan Febri'Eliano Reijnders Jadi Kunci Fleksibilitas Persib, Bisa Main di Hampir Semua Posisi
Pengembangan benih unggul itu bakal meningkatkan produktifitas panen. “Yang dimiliki oleh IPB bisa sampai 12 ton per hektar, yang dimiliki BRIN ada yang 10 ton per hektar. Saya kira bervariasi, sangat banyak sekali karena kami punya varietas lebih dari 15 varietas. Nah kami akan uji coba untuk perbanyakannya di Jawa Barat,” tututpnya.(son)
